BMKG: Gempa di Aceh Rata-rata 7 Kali Sehari

Eridawati mengatakan tidak ada satu pun wilayah di Aceh yang aman atau bebas dari empa. Kekuatan gempa bervariasi sebesar 2,8 sampai 4 Skala Richter.

Rabu, 31 Mei 2017 11:58 WIB

Ilustrasi perekaman getaran gempa oleh alat seismograf. (Foto: penanggulangankrisis.depkes.go.id)


KBR, Banda Aceh – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah Provinsi Aceh masih terus diguncang gempa bumi.

Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh, Eridawati mengatakan di Aceh rata-rata terjadi gempa sebanyak tujuh kali per hari. Hampir sebagian besar pusat gempa terdeteksi di kawasan barat-selatan dan tengah Provinsi Aceh.

Eridawati mengatakan tidak ada satu pun wilayah di Aceh yang aman atau bebas dari empa. Kekuatan gempa bervariasi sebesar 2,8 sampai 4 Skala Richter.

"Aceh ini secara geografis memang untuk gempa daratan terletak di Patahan Semangko dan cesar-cesar yang aktif. Kalau gempa di laut tadi terjadi akibat Patahan Semangko atau pertemuan lempengan. Mungkin setiap hari ada 5-7 gempa yang tidak dirasakan manusia, tapi aktivitas gempa itu ada direkam sama alat BMKG," kata Eridawati kepada KBR, Selasa (30/5/2017).

Stasiun Mata Ie merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Aceh. Alat perekam di stasiun itu mencatat gempa sekitar lima menit setelah kejadian.

"Begitu ada gempa, alarm pada alat pedeteksi gempa bumi itu berbunyi deras. Karena itu, Standar Operasional Prosedur (SOP) kami setiap lima menit setelah gempa langsung informasinya disampaikan ke publik," kata Eridawati.

Erida mengatakan aktifitas kegempaan di Kabupaten Gayo Lues sudah dinyatakan aman. Gempa di Gayo Lues terjadi pada Senin (29/5/2017) pagi berkekuatan 5 Skala Richter dengan skala magnitudo diperkirakan mencapai angka 7.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues mencatat gempa tersebut merusak 26 rumah, termasuk satu rumah mengalami rusak berat. Tidak ada korban jiwa pascagempa yang bertitik pusat di kedalaman 10 kilometer itu.

Editor: Agus Luqman

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Arsul Sani: KPK Jangan Bernafsu Tangani Korupsi Swasta

  • BPBD Lebak: Gempa Hantam 9 Kecamatan
  • Jerat Hari Budiawan, Warga Tumpang Pitu Protes Putusan Hakim
  • Gunakan GBK, Persija Naikan Tiket Pertandingan Piala AFC

Padahal para pekerja di kedua jenis industri ini kerap dituntut bekerja melebihi jam kerja dan juga kreativitas yang tak terbatas.