Bentuk Satgas Mafia Pangan, Polda Jawa Tengah Incar Penimbun Sembako Jelang Lebaran

Sasaran pantauan Satgas Mafia Pangan tidak hanya pada distributor dan agen yang berpotensi menimbun bahan pokok, namun juga pemerintah daerah yang berperan dalam menentukan harga sembako.

Jumat, 05 Mei 2017 22:22 WIB

Pekerja memanggul karung beras di gudang Bulog Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/4/2017). Pemerintah menjamin stok beras Bulog sebanyak 1,9 juta ton mencukupi kebutuhan nasional hingg


KBR, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Mafia Pangan untuk mengawasi harga bahan pokok jelang lebaran. Satgas akan melibatkan Polda dan Polres di seluruh Jawa Tengah.

Juru bicara Polda Jawa Tengah, Djarod Padakova mengatakan Satgas Mafia Pangan dipimpin Direktur Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah.

"Satgas ini sasarannya distribusi tata niaga pangan, juga tentang pelaku atau oknum penimbun sembako," kata Djarot saat ditemui KBR di Semarang, Kamis (4/5/2017).

Djarot mengatakan setiap minggu Satgas akan mengevaluasi dan mengawasi harga bahan pokok di pasaran. Di tingkat Polda Jawa Tengah, Satgas dipimpin Direktur Kriminal Khusus. Sedangkan di tingkat Polres, kata Djarot, Satgas akan dipimpin Kepala Satuan Reserse.

Satgas Mafia Pangan Jawa Tengah dibentuk setelah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menggelar rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kapolda Jawa Tengah Condro Kirono di Mapolda Jawa Tengah, di Semarang, Rabu 4 Mei lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan kementerian akan terus memantau harga sembako menjelang lebaran sampai ke tingkat agen penyalur.

"Sesuai peraturan yang kami keluarkan, seluruh sub distributor dan agen wajib mendaftarkan diri tanpa dipungut biaya dan wajib melaporkan posisi gudang dan stok," kata Enggartiasto saat ditemui KBR di Mapolda Jateng, Rabu (4/5/2017).

Enggartiasto mengatakan sasaran pantauan Satgas Mafia Pangan tidak hanya pada distributor dan agen yang berpotensi menimbun bahan pokok, namun juga pemerintah daerah yang berperan dalam menentukan harga sembako.

Enggartiasto mengatakan untuk kebutuhan lebaran 2017, pemerintah menyediakan stok pangan sebanyak 1,5 juta liter minyak goreng, 460 ribu ton gula pasir, 2,1 juta ton beras, serta 40 ribu ton daging. Enggar mengklaim, stok bahan pangan yang tersimpan saat ini dapat mencukupi kebutuhan hingga empat atau lima bulan kedepan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!