Al Chaidar: Kelompok Simpatisan ISIS Lebih Suka Menyasar Polisi

Bom meledak dua kali di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam. Lima orang tewas, tiga diantaranya anggota polisi dan dua orang sipil yang diduga pelaku bom bunuh diri.

Kamis, 25 Mei 2017 10:01 WIB

Warga berkerumun di sekitar lokasi ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta/wsj/17)


KBR, Jakarta - Pengamat terorisme yang merupakan bekas anggota kelompok Negara Islam Indonesia (NII) Al Chaidar menduga pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu Jakarta memiliki afiliasi atau kedekatan dengan kelompok ISIS di Suriah.

Al Chaidar mengatakan kelompok yang berafiliasi dengan ISIS memiliki pola serupa dalam melancarkan aksinya, seperti mengincar aparat kepolisian. Di Indonesia, salah satu kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS, misalnya Mujahidin Indonesia Barat (MIB) pimpinan Abu Roban dan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso.

Abu Roban juga merupakan bekas pemimpin NII, dan tewas dalam penggerebekan pada 2013. Sedangkan Santoso alias Abu Wardah yang bergerilya di Poso, Sulawesi Tengah tewas dalam penggerebekan Satgas Tinombala pada 18 Juli 2016.

"Sasaran mereka adalah polisi, sasaran lokal. Memang mungkin mereka juga akan menyasar pada sasaran internasional seperti Amerika Serikat. Tapi itu masih jauh sekali. Sehingga mereka lebih suka menyasar polisi-polisi lokal," kata Al Chaidar kepada KBR, Kamis (25/5/2017).

Al Chaidar mengatakan jaringan kelompok teroris MIB memiliki daerah operasi di Jawa Barat. Ia menduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu itu mendapat perintah dari pimpinannya untuk melancarkan aksi teror bersamaan dengan bom di Manchester, Inggris, Senin 22 Mei lalu.

Baca juga:



Penanganan korban

Bom meledak sebanyak dua kali di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam. Lima orang tewas, tiga diantaranya anggota polisi dan dua orang sipil yang diduga pelaku bom bunuh diri.

Sedangkan 10 orang luka, termasuk empat anggota polisi yang saat kejadian sedang mengawal kegiatan pawai menyambut bulan Ramadan.

Empat anggota polisi korban luka itu dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Polri Yayok Witarto mengatakan empat polisi itu mengalami luka di bagian wajah, tangan, dan perut.

"Saat ini ditangani dokter spesialis bagian bedah umun, bedah plastik, dan ortopedi," kata Yayok di RS Polri, Kamis (25/5/2017).

Para korban dirawat di ruang perawatan VIP Hardjasamsurja. Pihak rumah sakit belum bisa menyampaikan informasi perkembangan kesehatan korban dengan alasan untuk menjaga ketenangan pasien selama proses pengobatan.

Dua jenazah terduga pelaku bom bunuh diri saat ini masih diperiksa tim forensik. Pihak forensik sudah mengambil sampel darah, kuku, gigi, dan rambut. Hingga saat ini hasil uji forensik belum keluar, dan belum ada informasi mengenai identitas dua orang itu.

Sedangkan, tiga jenazah lainnya yang merupakan anggota Polri sudah dibawa ke rumah duka masing-masing sejak subuh.

Korban luka lain dirawat di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki sempat mengunjungi korban luka di rumah sakit tersebut pada Kamis dinihari.

Baca juga:



Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?