TNI AL Tangkap Kapal Berbendera Vietnam di Wilayah Perbatasan

Sepanjang tiga hari ini dimulai sejak Minggu (22/4/2018) kemarin, TNI Angkatan Laut yang berjaga di Kabupaten Nunukan bersama sejumlah instansi memeriksa kapal berbendera Vietnam.

Senin, 23 Apr 2018 16:04 WIB

Kapal Dong Thien Phu Golden berbendera Vietnam ditangkap TNI AL Nunukan di Perairan Sebatik. (Foto: KBR/ Adhima S.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Nunukan - Sepanjang tiga hari ini dimulai sejak Minggu (22/4/2018) kemarin, TNI Angkatan Laut yang berjaga di Kabupaten Nunukan bersama sejumlah instansi terkait memeriksa kapal berbendera Vietnam.

Kapal bernama Dong Thien Phu Golden itu ditangkap TNI Angakatan Laut di wilayah perbatasan Nunukan dan Malaysia. Mulanya, pasukan TNI AL memergoki kapal itu melakukan aktivitas ilegal yakni kegiatan bongkar muat di tengah laut.

"Kapal dari Vietnam itu tujuannya mau ke Malaysia. Teridentifikasi oleh KRI Untung Suropati dia ada di Perairan Sebatik pada hari Rabu (18/4) kemarin. Pada saat itu dia terindikasi akan bongkar disana. Sehingga akhirnya menimbulkan kecurigaan KRI Untung Suropati," ujar Komandan Pangkalan TNI AL di Kabupaten Nunukan Machri Moko, Minggu (22/4/2018).

Selain itu menurut Komandan Pangkalan TNI AL di Kabupaten Nunukan, Machri Moko, kapal yang memuat 2.900 ton beras itu juga dicurigai membawa narkoba.

"Akhirnya, ditangkap. Kami akhirnya timbul kecurigaan jangan-jangan ini ada muatan lainnya selain beras, mungkin narkoba atau apa gitu."

Baca juga:

Machri Mako menambahkan, kapal berbobot 1.500 ton itupun kemudian ditarik ke Pelabuhan Tunontaka, Nunukan untuk diperiksa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan  apakah kapal tersebut memuat barang terlarang atau tidak.

Dalam pemeriksaan ini, TNI AL melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai Nunukan, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Satreskoba Polres Nunukan, Unit K 9 Polres Nunukan dan Balai Karantina Kabupaten Nunukan.

"Kami laksanakan pemeriksaan langsung ke kapalnya. Makanya kapalnya kami sandarkan ke sini. Tadinya lego jangkar. Kalau hari ini tidak ketemu besok kami lanjutkan. Kami belajar dari Batam. Di Batam itu pada hari ketiga baru ketemu padahal yang diperiksa ruangan itu-itu saja," imbuh Machri.

Selain menahan Kapal Dong Thien Phu Golden, TNI AL Nunukan juga menahan 4 kapal Filipina yang teridentifikasi akan melakukan bongkar muat di Perairan Sebatik.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.