Tertarik Jadi PNS? Usai Pilkada Pemerintah Buka Pendaftaran bagi 100 Ribu CPNS

"Perekrutan tersebut untuk mengganti sekitar 200 ribu PNS yang akan pensiun tahun ini,"

Selasa, 24 Apr 2018 14:06 WIB

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo menyampaikan kuliah umum bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/3). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menyebut tahun ini pemerintah akan kembali membuka lowongan bagi sekitar 100 ribu calon pegawai negeri sipil. Asman mengatakan, perekrutan tersebut untuk mengganti sekitar 200 ribu PNS yang akan pensiun tahun ini, dengan komposisi terbesar untuk guru dan tenaga kesehatan. Namun, ia tak merinci jumlah kebutuhan pada dua formasi tersebut.

Asman berkata, saat ini dia tengah merampungkan penyusunan formasi CPNS untuk setiap kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, sedangkan pendaftarannya akan dimulai setelah Pilkada serentak 2018.

"Pusat dan daerah, yang pensiun jumlahnya kurang lebih 200 ribuan. Jadi kita terima di bawah itu. Mei ini untuk finalisasi menetapkan formasinya. Pendaftarannya diperkirakan semua tahun ini selesai. (Kebutuhan terbanyak dari mana?) Guru dan tenaga kesehatan. Itu lebih besarlah. Saya tidak hafal persennya, tapi yang diprioritaskan guru dan tenaga kesehatan," kata Asman di kantor Sekretariat Negara, Selasa (24/04/2018).

Asman mengatakan, proses pendaftaran CPNS yang tengah berlangsung saat ini hanya untuk yang berasal dari sekolah kedinasan. Adapun untuk rekrutmen CPNS umum, kata Asman, sepanjang bulan ini kementeriannya masih menghitung kebutuhan formasi baru yang dibutuhkan.

Ia memastikan, rekrutmen CPNS tak akan lebih banyak dari PNS yang bakal pensiun, yang jumlahnya mencapai 200 ribu orang. Asman memperkirakan, jumlah pendaftar CPNS tahun ini akan mencapai 5 juta.

Pada tahun lalu, pemerintah mengantongi 2,4 juta pendaftar CPNS untuk posisi di sebanyak 60  Kementerian/lembaga. Dari jumlah tersebut, CPNS yang diterima hanya 37 ribu.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.