Sebab Petani Pati Tolak Pemberlakuan Kartu Tani

Belasan petani menyuarakan keberatan sebab pemberlakuan kartu tani menyulitkan akses terhadap pupuk subsidi.

Senin, 23 Apr 2018 23:47 WIB

Sejumlah petani di Pati menggelar aksi menolak pemberlakuan kartu tani. (Foto: KBR/Agus P)

KBR, Pati – Sekelompok petani di Pati yang tergabung dalam Paguyuban Petani Pati (Papat) menolak pemberlakukan kartu tani dalam penebusan pupuk bersubsidi. Protes itu disampaikan melalui aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Senin (23/4/2018) pagi.

Belasan petani menyuarakan keberatan sebab pemberlakuan kartu tani menyulitkan akses terhadap pupuk subsidi. Ketua Paguyuban Petani Papat, Kasturin mengeluhkan, banyak petani yang justru merasa proses penebusan pupuk subsidi menggunakan kartu tani lebih rumit.

"Ini untuk penghapusan Kartu Tani untuk pembelian pupuk. Biar petani leluasa membeli pupuk. Tidak ada permainan pupuk. Kalau pupuk melimpah di Kabupaten Pati, cuma untuk akses membelinya itu repot dengan Kartu Tani," ungkap Kasturin di Pati, Senin (23/4/2018).

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Muhtar Effendi menjelaskan tak ada keharusan kepemilikan kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi. Kata dia, meski ada ketentuan yang mensyaratkan penggunaan kartu tani namun petani yang belum memiliki kartu tani tetap bisa menikmati pupuk subsidi melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

"Ketentuan Menteri Pertanian yang baru, penebusan memang harus atau bisa menggunakan kartu tani. Ini termasuk instruksi Gubernur sebagai bentuk pelayanan yang memanfaatkan IT," terang Muhtar Effendi.

Baca juga:

"Kalau seandainya para petani yang masuk kelompok tani belum punya Kartu Tani ini, masih bisa manual dengan RDKK. Atau petani yang masuk RDKK belum punya Kartu Tani, kami buatkan usulan," imbuhnya.

Selain untuk transaksi perbankan, Mukhtar mengatakan, keberadaan Kartu Tani untuk menjamin ketersediaan pupuk. Dengan sistem ini, petani tak bisa menebus pupuk subsidi melebihi target. Kata dia, saat ini kuota pupuk ZA, Ponska dan TSP memang belum mencukupi kebutuhandi Pati. Namun dia meyakini, dengan kartu tani kebutuhan pupuk akan aman.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".