Pemerintah Tunggu Laporan Tim Sebelum Impor Daging dari Brasil

Darmin meyakini, masih ada peternakan dan rumah potong hewan di Brasil yang memproduksi daging bebas penyakit. Sehingga layak untuk diimpor dan dikonsumsi.

Kamis, 12 Apr 2018 21:05 WIB

Ilustrasi: Pedagang daging sapi melayani pembeli di Pasar Tebet, Jakarta, Kamis (29/3). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemerintah berencana membuka keran impor daging sapi dari Brasil meski sebelumnya ditemukan sapi berpenyakit mulut dan kuku asal negara tersebut.

Namun kebijakan itu menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, masih menunggu laporan dari tim survei Kementerian Pertanian yang berangkat ke Brasil sejak tiga pekan lalu. Tim tersebut ditugaskan untuk memeriksa kualitas dan keamanan daging sapi di sana.

"Untuk memastikan area mana yang betul-betul bebas penyakit. Karena Amerika Latin itu tidak bisa 100 persen areanya bebas. Jadi, ada saja negara tertentu yang kena. Kalau itu sudah, maka tinggal prosesnya jalan," kata Darmin di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Darmin meyakini, masih ada peternakan dan rumah potong hewan di Brasil yang memproduksi daging bebas penyakit. Sehingga layak untuk diimpor dan dikonsumsi.

Dia pun menambahkan, kuota impor daging sapi asal Brasil itu baru bisa ditentukan setelah Kementan memastikan daging tersebut layak dikonsumsi. Jika nantinya impor berjalan maka kata dia, pemerintah menargetkan daging yang tiba itu untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat jelang Lebaran.

Baca juga:

Saat ini pemerintah menurutnya juga tengah mencari negara sumber daging sapi untuk diimpor. Langkah ini dilakukan guna menghilangkan ketergantungan dari Australia. Sebab selama ini Australia selalu merasa Indonesia sangat mengandalkan pasokan daging dari negara itu, sehingga harga daging pun dipatok mahal.

Saat ini, kebutuhan daging sapi nasional mencapai 663 ribu ton dalam setahun. Padahal, produksi daging dalam negeri hanya 403 ribu ton. Adapun Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor daging sapi sebanyak 36 ribu ton.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang