Mitos Bikin Sial, Tak ada PNS yang Berani Masuk Dusun di Rembang ini

"Bu bidan nggak mau masuk Dusun Ngaglik, ya sudah ibu sama bayinya dibawa keluar kampung."

Selasa, 03 Apr 2018 12:33 WIB

Dusun Ngaglik Desa Kedungasem Kecamatan Sumber yang menjadi pantangan kalangan ASN, TNI/Polri di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (Foto: KBR/Musyafa)

KBR, Rembang– Warga Dusun Ngaglik Desa Kedungasem Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah memprotes ketidakadilan pelayanan kesehatan. Hal itu karena selama puluhan tahun, kalangan aparatur sipil negara (ASN) takut masuk dusun tersebut.

Ketakutan muncul lantaran   mitos akan kena sial jika masuk Dusun Ngaglik. Entah jabatan  copot, kecelakaan atau kesialan lainnya. Mitos turun temurun yang tidak jelas dari mana sumbernya, mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu.

Seorang kader kesehatan di Dusun Ngaglik Desa Kedungasem,  Karjan mengeluhkan bidan desa tidak berani masuk kampungnya. Tiap ada ibu melahirkan, pemantauan oleh bidan desa turut terkena imbas. Beberapa waktu lalu pernah seorang ibu melahirkan. Ibu beserta bayinya harus dibawa keluar kampung dulu, supaya bisa diperiksa oleh bidan.
Karjan berharap dusunnya mendapatkan perlakuan sama dari pemerintah.

“Pernah ada ibu yang melahirkan. Ndilalah proses persalinan lancar. Bu bidan nggak mau masuk Dusun Ngaglik, ya sudah ibu sama bayinya dibawa keluar kampung. Sebenarnya kasihan, kondisinya kan masih lemas usai persalinan. Tapi mau gimana lagi, biar bisa diperiksa bu bidan. Yang kasus ayam mati ya sama, bangkai ayamnya dibawa keluar dusun. Semisal ada ular mati, apa ya bangkainya kita harus bawa juga keluar dusun,“ ujarnya dalam sebuah forum pertemuan di kantor Kecamatan Sumber.

Pelaksana Tugas Camat Sumber, Hamdani membenarkan   ada semacam pantangan bagi ASN, TNI/Polri untuk masuk ke Dusun Ngaglik. Menurut dia, bukan khawatir jabatan copot, tapi lebih karena pengaruh akan kena sial.

Guna mengatasi masalah tersebut, Hamdani mengaku belum ada pembicaraan serius dari lintas sektoral.

“Yang saya tahu, pak camat Wiyoto (sekarang camat Pamotan) pernah datang ke Dusun Ngaglik, saat menjabat Camat Sumber. Yang lain masih ragu–ragu. Saya sendiri kebetulan belum ada kegiatan atau kerja yang berkaitan dengan Dusun Ngaglik, jadi belum sampai masuk dusun itu. Saya pernah tanya lha gimana kalau ASN mau buwoh (nyumbang) orang punya kerja di Dusun Ngaglik, mereka jawab biasanya titip sama orang lain,“ jelas Hamdani kepada KBR, Selasa (03/04).

Sementara itu, Koordinator Usaha Kesehatan Masyarakat Puskesmas Sumber, Siti Zulaikah mengatakan pernah datang ke Dusun Ngaglik sendirian. Nyatanya sampai sekarang tidak muncul masalah.

Siti berulang kali meyakinkan kepada masyarakat, termasuk para aparatur sipil negara tidak masalah masuk Dusun Ngaglik. 

“Tidak apa–apa kok, saya sendiri magrib datang ke Ngaglik. Masak sich sampai seperti itu takutnya. Lha kalau ada sesuatu yang perlu ditangani petugas kesehatan, mohon Puskesmas diberitahu. Yang jelas bidan desa wajib cek ibu melahirkan,“ tandasnya.

Siti berulang kali meyakinkan kepada masyarakat, termasuk para aparatur sipil negara tidak masalah masuk Dusun Ngaglik.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.