Ini Perintah Jokowi Jelang Asian Games 2018

"Terutama di sisi promosi untuk Asian Games ini, baik di media-media lokal maupun internasional. Saya lihat belum ada pergerakan yang signifikan. Sebab itu, saya minta ini betul-betul diperhatikan."

Rabu, 18 Apr 2018 23:13 WIB

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) memimpin rapat kerja persiapan Asian Games XVIII di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/4). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengkritik strategi pemasaran atau promosi Asian Games 2018 yang belum maksimal.

Jokowi mengatakan, Asian Games harus dipromosikan secara besar-besaran di berbagai media massa, baik lokal maupun internasional. Apalagi lanjut Jokowi, helatan Asian Games sudah sangat dekat yakni pada Agustus mendatang di Palembang dan Jakarta.

"Terutama di sisi promosi untuk Asian Games ini, baik di media-media lokal maupun di media-media internasional. Saya lihat belum ada pergerakan yang signifikan. Oleh sebab itu, saya minta ini betul-betul diperhatikan," kata Jokowi di Istana Bogor, Rabu (18/4/2018).

Presiden Jokowi menuturkan, masih banyak peluang untuk Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) memperbesar promosi.

Pada rapat yang kesembilan ini, Jokowi juga memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi serta Inasgoc bergerak cepat mengejar target-target penyelenggaraan Asian Games. Termasuk, soal infrastruktur dan kesiapan atlet Indonesia.

Baca juga:

Ketua Inasgoc Erick Tohir mengatakan, akan menyiapkan strategi khusus untuk meningkatkan promosi Asian Games. Ini karena menurutnya, anggaran Asian Games hanya senilai Rp6,6 triliun. Di mana sekitar 90 persen dialokasikan untuk penyelenggaraan acara. Sehingga, bujet promosi hanya mengambil dari sisa anggaran sebesar Rp66 miliar.

"Memang nanti kami ada strategi khusus, apalagi kita tahu ada Piala Dunia sebentar lagi. Jadi tidak mungkin tabrakan," ungkap Erick.

"Jadi nanti kami akan ada strategi yang Insyaallah akan kami presentasikan langsung ke beliau (presiden) minggu depan. kalau kami lihat budgetnya dari Rp6,6 triliun itu, hampir 90 persen itu lebih ke penyelenggaraan, bukan di promosi," katanya lagi.

Erick mengklaim, pencarian sponsor untuk Asian Games sudah berjalan bagus. Ia berkata, budget yang Rp6,6 triliun tersebut, Rp1 triliunnya berasal dari pajak, lalu sponsor berupa uang tunai senilai Rp800 miliar. Namun, selain berupa uang tunai, kata Erick, ada skema kerja sama yang harus bayar secara bagi hasil, atau berupa layanan dan barang.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.