Hakim Tipikor Kabulkan Permintaan Fredrich untuk Pindah Penjara

Sebelumnya, terdakwa Fredrich Yunadi meminta kepada Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta agar dirinya dipindahkan dari rumah tahanan KPK. Ia mengklaim haknya mendapatkan obat-obatan tak dipenuhi.

Kamis, 19 Apr 2018 22:54 WIB

Terdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi e-KTP Fredrich Yunadi (kedua kanan) saat sidang dengan saksi yang juga terdakwa kasus sama, Bimanesh Sutarjo (kiri), di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (19/4). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengabulkan permohonan Fredrich Yunadi untuk pindah penjara. Sebelumnya, terdakwa perkara merintangi penyidikan korupsi e-KTP itu ditahan di Rutan KPK.

Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri memutuskan, bekas pengacara Setya Novanto itu diizinkan pindah ke Rutan Cipinang.

"Karena informasi yang di lapangan, karena yang mengambil, mengantar, koordinasi dan segala macam adalah Penuntut Umum. Saya kira, kalau memang mau hanya dua tempat, Cipinang atau Salemba," kata Saifuddin Zuhri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Sementara Jaksa Penuntut Umum KPK, Kresno Anto Wibowo menyatakan tidak keberatan atas pemindahan tempat tahanan Fredrich. Dia hanya menyarankan, pilihan pemindahan antara ke Rutan Cipinang atau Rutan Salemba untuk memudahkan proses administrasi.

"Ini kewenangan majelis hakim memindahkan terdakwa. Namun perlu kami tegaskan, apa yang disampaikan terdakwa selama ini bahwa hak-hak rutan atau sebagainya tidak dipenuhi itu tidak benar," ungkap Kresno.

Baca juga:

Jaksa KPK Moch Takdir Suhan menambahkan, rumah tahanan KPK memiliki fasilitas lengkap mulai dari klinik kesehatan, tempat olahraga, tempat bersantai hingga tempat ibadah. Dalam persidangan, Takdir menunjukkan foto-foto fasilitas dan pelayanan di Rutan KPK. Maka ia memastikan, hak-hak seluruh tahanan terjamin dengan baik.

"Semua kami utamakan memenuhi HAM," kata dia.

Sebelumnya, terdakwa Fredrich Yunadi meminta kepada Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta agar dirinya dipindahkan dari rumah tahanan KPK. Ia mengklaim haknya mendapatkan obat-obatan tak dipenuhi selama di Rutan KPK.

"Masalah obat, ternyata hingga hari ini kami diabaikan. Sama sekali tidak dilaksanakan oleh penuntut umum karena nihil. Malah orang rutan bilang ini wewenang KPK. Kedua, kami mohon izin menyampaikan permintaan untuk dipindahkan ke rutan lain," pinta Fredrich.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?