Evakuasi Korban Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur Terhalang Kobaran Api

Tim gabungan masih menyisir dan mengevakuasi korban terdampak ledakan sumur minyak tradisional di Kabupaten Aceh Timur. Namun upaya itu terkendala kobaran api yang kian membesar.

Rabu, 25 Apr 2018 15:16 WIB

Sumur minyak tradisional di Dusun Kamar Dingin, Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Panjang, Kabupaten Aceh Timur yang meledak pada Rabu (25/4). (Foto: Polres Aceh Timur)

KBR, Aceh Timur – Tim gabungan yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, TNI, Polri dan relawan masih menyisir korban akibat ledakan sumur minyak tradisional di Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Data sementara, korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 15 orang dalam kondisi tewas dan puluhan lain luka-luka.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek mengatakan, korban akibat ledakan sumur pengeboran minyak itu diperkirakan akan terus bertambah. Mengingat pendataan masih terus dilakukan. Evakuasi ini pun saat ini masih terkendala kobaran api yang kian membesar.

"Kalau yang luka-luka ada sekitar 20-an orang. Kemudian, apinya menurut cerita Camat yang melaporkan ke saya hampir 75 meter tingginya dan Kepala BPBD Aceh Timur juga begitu lapornya," terang Ahmad Dadek saat dihubungi KBR, Rabu (25/4/2018).

Ia pun menambahkan, kobaran api di lokasi sulit dipadamkan lantaran area dipenuhi minyak mentah yang menyembur dari sumur bor galian warga. Sementara armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk mencegah api merambah ke pemukiman penduduk di sekitar lokasi kejadian.


Kobaran api membubung tinggi di lokasi kebakaran sumur minyak tradisional di Desa Pasi Puteh, Rantoe Peureulak, Aceh Timur, Aceh, Rabu (25/4).  (Foto: ANTARA/Maulana)

Jenazah korban terbakar dibawa ke Puskemas Ranto Peureulak. Sementara korban luka dirujuk ke RSU. Zubir Mahmud (Idi Rayeuk), RS Graha Bunda (Idi Rayeuk) dan RSU. Sultan Abdul Azis Syah (Peureulak). Korban luka bakar yang diperkirakan ada belasan orang, dievakuasi ke RSU. SAAS Peureulak.

Data sementara korban tewas yang berhasil diidentifikasi di antaranya Nazar, Afrizal (35), Era (32), Siti Hafsah (70), Makwin (55), sementara sisanya belum teridentifikasi.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima KBR, BPBD mengerahkan 4 (empat) unit armada Damkar dibantu bantu personil TNI, Polri, Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memadamkan api. Namun kebakaran belum berhasil dipadamkan. Petugas terus bersiaga di lokasi kejadian kebakaran untuk mengantisipasi dampak kebakaran meluas ke pemukiman warga.

Baca juga:


Penyebab Masih Dicari

Sumur pengeboran minyak tradisional itu terletak di Dusun Kamar Dingin, Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Panjang, Kabupaten Aceh Timur. Polisi menduga, kejadian dini hari itu akibat pengeboran sedalam 250 meter yang menimbulkan percikan api. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Aceh Timur Erwin Satrio mengatakan, percikan api itu diperkirakan memicu ledakan. Sehingga warga pengebor minyak di lokasi pun tak tertolong sebab kobaran api begitu tinggi.

"Itu kejadiannya pukul 02.00 WIB, Rabu pagi ada sumur minyak yang meledak pada saat lagi mengebor. Masyarakat kan memang banyak sumur bor di situ. Tiba-tiba ada keluar percikan api, terbakar dan terus akhirnya meledak di situ," terang Erwin Satrio kepada KBR.

Selain korban tewas dan luka-luka, ada sejumlah bangunan rumah di lokasi yang hangus terbakar. "Kami masih lakukan evakuasi di lokasi," tuturnya.

Sementara berdasarkan keterangan tertulis BPBA, kesaksian salah seorang warga di Gampong Pasir Putih menyebut Rabu (25/4/2018) tengah malam telah keluar minyak dari sumur yang dibor secara tradisional tersebut. Galian itu mengeluarkan minyak dan gas. Sekelompok warga lantas mengambil tumpahan minyak di lahan milik Zainabah tersebut. Namun tak berapa lama, sekitar pukul 01.30 WIB terjadi ledakan yang menimbulkan kebakaran. Sementara penyebab kejadian tersebut masih ditelusuri.

Baca Juga:

Tokoh masyarakat setempat Muhibuddin mengatakan, kobaran api terus membara di tempat kejadian perkara (TKP). Kata dia, kondisi ini membuat warga di sekitar area sumur minyak khawatir akan keselamatan mereka.

"Itu kebakaran sumur minyak memang sangat luar biasa rayeuk. Yang mana apinya tinggi sampai lebih 20 Meter," tutur Muhibuddin kepada KBR.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi kali ini merupakan yang terparah sejak aktivitas sumur minyak tradisional marak dilakukan mulai 2014 lalu. Kata dia, di kawasan itu masih ada beberapa sumur baru hasil pengeboran tradisonal.

"Di situ ada beberapa sumur baru pengeboran tradisonal masyarakat yang termasuk berdekatan dengan pemukiman warga," ungkap Muhibuddin.

Karena itu ia pun mengimbau warga di sekitar lokasi untuk waspada agar tak terkena dampak kobaran api yang masih menyembur. Sementara itu pertugas BPBA dan BPBD Aceh Timur terus bersiaga dan masih mendata jumlah pengungsi terdampak ledakan sumur minyak tradisional di kabupaten tersebut.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.