Buka Indonesia International Motor Show, Ini Pesan Jokowi

"Industri otomotif akan menciut 90 persen"

Kamis, 19 Apr 2018 12:49 WIB

Ilustrasi: Pekerja menyelesaikan proses perakitan bodi mobil di pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat, Kamis (29/3). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta pelaku industri otomotif  bersiap menghadapi perubahan global yang dibawa revolusi industri generasi 4.0. Dia mengatakan perkembangan teknokogi akan mengubah dinamika industri otomotif mulai dari produksi mobil, komponen, hingga tingkat penjualan.

Jokowi mencontohkan ada prediksi industri otomotif Indonesia akan menciut 90 persen jika sudah masuk era mobil listrik.

"Jumlah komponen otomotif dalam sebuah mobil listrik hanya sepersepuluh. Informasi yang saya terima seperti ini. Artinya apa? Kalau besok semua mobil di Indonesia sudah ganti jadi mobil listrik, ya industri otomotif akan menciut 90 persen," kata Jokowi saat membuka Indonesia International Motor Show di JiExpo Kemayoran, Kamis (19/4).

Selain itu, dengan berkembangnya transportasi daring, pola kepemilikan kendaraan juga akan berubah. Kata Jokowi, saat ini orang mulai berpindah dari pola pikir "punya mobil pribadi" ke "memanggil mobil".

Meski begitu, Jokowi optimistis perubahan teknologi itu bisa dijadikan peluang bagi industri otomotif. Dia mencontohkan dengan semakin banyaknya transportasi daring, jumlah penjualan kendaraan bermotor berpotensi menurun. Namun, lama masa pakainya juga akan menyusut.

"Berarti mobil dipakai terus-terusan, dipakai 18-24 jam per hari. Yang pasti mobil itu harus dirawat lebih intensif. Lebih sering dicuci. Kalau kita lihat cuci mobil, itu adalah jasa padat karya. Mobil itu juga tidak akan tahan lama, jangka hidupnya pendek. Siklusnya cepat. Mungkin mobil publik 2-4 tahun artinya produksi lebih banyak,” kata Jokowi.

Jokowi  menyangkal   kebutuhan tenaga kerja akan menyusut. Kata Jokowi, kebutuhan tenaga kerja justru akan bertambah. Hanya saja jenis pekerjaan yang tersedia menurutnya akan berubah.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?