Suap Rekrutmen, Propam Periksa Belasan Polisi Polda Sumsel

"Masalah rekrutmen Kepolisian ditangani Propam Mabes Polri. Saat ini sedang ditangani dan dilakukan pemeriksaan intensif,"

Rabu, 05 Apr 2017 14:52 WIB

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR,  Jakarta- Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri memeriksa secara intensif delapan anggota Polda Sumatera Selatan terkait dugaan pungutan liar rekrutmen anggota kepolisian. Juru bicara Polri Rikwanto mengatakan, saat ini mereka sudah berada di Jakarta.

"Temuan di Polda Sumsel masalah rekrutmen Kepolisian ditangani Propam Mabes Polri. Saat ini sedang ditangani dan dilakukan pemeriksaan intensif," kata Rikwanto di Mabes Polri, Rabu (05/04/17).

Ia mengatakan, pungli dalam rekrutmen anggota kepolisian ini terjadi pada 2015. Sehingga Propam harus membuka kembali dokumen-dokumen lama. Propam juga akan melakukan pemeriksaan terhadap petugas yang berdinas pada waktu itu.

"Nanti perkembangannya kita lihat apakah ada lagi yang terlibat di situ dan bagaimana prosesnya kita tunggu hasil pemeriksaan," kata Rikwanto.

Div Propam telah menyita uang yang diduga hasil pungli sebanyak Rp 6,7 miliar. Uang tersebut didapat dari rekening 11 orang anggota polisi dan 4 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polda Sumsel.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.