Sidang Ahok, Timses Minta Penuntutan Setelah Pemungutan Suara

"Ini bisa membangun opini ketika jaksa sudah mengajukan tuntutan ke pengadilan dan ini akan berpengaruh pada voting day,"

Senin, 10 Apr 2017 11:34 WIB

Ilustrasi: Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat hadir di persidangan. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Tim sukses (Timses) pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat berharap majelis hakim   menunda sidang pembacaan tuntutan hingga pemungutan suara putaran kedua selesai.  Juru bicara Timses Sarifuddin Sudding khawatir  menggiring opini publik.

"Ini bisa membangun opini ketika jaksa sudah mengajukan tuntutan ke pengadilan dan ini akan berpengaruh pada voting day," ujar Sudding di DPR, Senin (10/4).

Menurut dia tidak ada ketentuan yang melarang hakim menunda pelaksanaan sidang. Hakim bisa menunda pelaksanaan demi kepentingan umum lain seperti misalnya alasan keamanan.

Soal penundaan ini kata Sudding sudah jauh hari menjadi pembicaraan di antara partai-partai pendukung Ahok. Mereka khawatir tuntutan yang diberikan jaksa akan mempengaruhi perolehan suara.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan menyurati Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk menunda pembacaan putusan hingga pemungutan suara usai. Alasannya, kepolisian berpendapat pembacaan tuntutan berpotensi menimbulkan gangguan pada keamanan Jakarta. Jaksa Penuntut Umum sendiri menyatakan tidak ada masalah jika nantinya hakim memutuskan menunda sidang.

Sidang pembacaan tuntutan kepada terdakwa Ahok diagendakan besok di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Sedangkan putaran kedua pemungutan suara Pilkada Jakarta akan berlangsung pada Rabu (19/04) pekan depan.  Pengadilan menargetkan sidang bisa selesai digelar paling lambat di bulan Mei.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.