Polri: Terduga Teroris yang Tewas di Tuban, Anggota JAD

Keenam orang itu mayoritas adalah anggota JAD wilayah Semarang yang diketuai Fauzan Mubarok.

Minggu, 09 Apr 2017 16:36 WIB

Petugas mendorong kereta jenazah berisi terduga teroris kawasan Desa Beji, Kabupaten Tuban ketika tiba di ruang Kompartemen Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Surabaya. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Juru Bicara Kepolisian Indonesia Rikwanto menyatakan, enam terduga teroris yang ditembak mati di Jalan Raya Tuban-Semarang merupakan anggota Jamaah Ansharu Daulah (JAD). Menurut Rikwanto, mereka merencanakan penyerangan terhadap Pos Lantas Resor Tuban.

"Perintah dari Zainal Anshori (amir JAD Nusantara), apabila dirinya ditangkap," ujarnya.

Keenam orang itu mayoritas adalah anggota JAD wilayah Semarang yang diketuai Fauzan Mubarok. Para pelaku, kata Rikwanto, disergap saat hendak menuju lokasi penyerangan. Kecurigaan muncul ketika pada Sabtu (8/4/2017) pagi saat sebuah mobil Daihatsu putih berhenti di dekat pos jaga.

"Anggota lantas atas nama Aiptu Yudi dan Aiptu Tatag mendatangi mobil tersebut dan kemudian penumpang yang berada di bangku penumpang depan kiri dan penumpang dari bangku tengah melakukan penembakan 4 kali ke arah anggota," kata Rikawanto dalam keterangan tertulis yang diterima KBR, Minggu (9/04/17).

Baca juga:

Lalu, lanjut Rikwanto, 6 pelaku melarikan diri menggunakan mobil Daihatsu Terios warna putih dengan kecepatan tinggi. Mobil kemudian berhenti di depan Gudang Fluid System "Andalan" di Jakan Raya Dusun Bogang, Kecamatan Jenu, Tuban. Kemudian pelaku diketahui melarikan diri ke kawasan persawahan.

"Penyisiran oleh anggota Polres Tuban. Saat dilakukan penyisiran terjadi kontak tembak dengan anggota Brimob dan kemudian 6 pelaku meninggal dunia," terang Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, dari enam terduga teroris baru empat di antaranya yang berhasil didentifikasi. ANtara lain AH dan EP asal Batang, SA asal Semarang, serta YT asal Kendal.

Baca juga:


Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.