Pengamat: Karangan Bunga untuk Ahok Bukan Ide Bagus, Lebih Baik Sumbang ke Fakir Miskin

"Dari pada karangan bunga. Apa yang didapat setelah ini? Sekarang musim hujan, dibuang malah sayang. Itu bukan ide bagus. Saya tidak melihat sisi positif karangan bunga itu," kata Hendri.

Rabu, 26 Apr 2017 17:23 WIB

Ratusan karangan bunga dari masyarakat untuk Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Kantor Balaikota Jakarta, Rabu (26/4/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai negatif banyaknya karangan bunga ucapan terima kasih untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang memenuhi Balaikota Jakarta.

Hendri Satrio mengatakan pengiriman karangan bunga untuk Ahok yang terkesan dimobilisasi itu menimbulkan kesan kontraproduktif, bahkan bisa dimaknai negatif oleh masyarakat Jakarta.

"Sebetulnya itu tidak terlalu bagus ada karangan bunga banyak-banyak seperti itu. Orang kan akan melihat buat apa sih mobilisasi karangan bunga sebegitu banyak? Toh itu tidak mengubah hasil pilkada Jakarta. Lalu, apa yang ingin digambarkan pendukung Ahok terhadap itu?" kata Hendri Satrio kepada KBR, Rabu (26/4/2017).

Hendri mengatakan banyaknya karangan bunga ke kantor Gubernur Jakarta juga tidak akan menaikkan elektabilitas Ahok.

Hendri justru menyarankan agar dana yang digunakan untuk membeli karangan bunga itu dikonversikan menjadi anggaran sumbangan untuk masyarakat miskin kota. Strategi seperti itu, kata Hendri, akan lebih efektif untuk mengangkat kembali popularitas Ahok.

"Misalnya, bentuk terima kasih para pendukung Ahok kepada masyarakat miskin kota pada Pilgub lalu bisa dialihkan dalam bentuk beasiswa bagi siswa SD hingga SMA. Atau beasiswa belajar ke luar negeri untuk masyarakat miskin kota," kata Hendri.

"Dari pada karangan bunga. Apa yang didapat setelah ini? Sekarang musim hujan, dibuang malah sayang. Itu bukan ide bagus. Saya tidak melihat sisi positif karangan bunga itu," kata Hendri.

Kiriman karangan bunga untuk Ahok membanjir ke halaman Balaikota Jakarta sejak 21 April lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Setelah itu jumlah karangan bunga untuk Ahok mencapai lebih dari 100 buah. Jika biaya pemesanan satu karangan bunga ukuran besar mencapai Rp1 juta, maka total karangan bunga di halaman Balaikota mencapai lebih dari Rp100 juta.

Basuki Tjahaja Purnama gagal melanjutkan tugas pelayanan sebagai gubernur DKI Jakarta untuk periode kedua, setelah kalah dari Anies Baswedan---calon gubernur yang diusung PKS dan Gerindra.

Paling tidak, menurut hitung cepat sejumlah lembaga survei pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua 19 April lalu, Ahok hanya memperoleh dukungan 42 persen. Sedangkan, Anies memperoleh 57 persen dukungan.

Masa jabatan Ahok akan berakhir Oktober 2017 mendatang.
 
Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Mendes Akui Sudah Tahu Soal WTP Sebelum Diumumkan

  • Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Anggotanya yang Diduga Terima Suap dari Uber
  • Fraksi PDIP Ganti Posisi Masinton di Pansus KPK
  • Susi bagikan 690 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan