Minggu, Korban Longsor Ponorogo Mulai Huni Rumah Sementara

"Mudah-mudahan dengan waktu enam bulan bisa membuatkan rumah bagi mereka."

Sabtu, 15 Apr 2017 21:00 WIB

Relawan menghibur anak pengungsi korban longsor di posko penampungan pengungsi Desa Banaran, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (4/4). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Jawa Timur Sumani menyatakan pembangunan rumah sementara untuk korban longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sudah mencapai 95 persen. Sumani mengatakan, tinggal sehari lagi persiapan, rumah sementara itu akan dapat dihuni oleh 19 kepala keluarga yang menjadi korban.

Rencananya, kata Sumani, mulai Minggu hingga enam bulan ke depan, para korban itu dapat tinggal di rumah sementara tersebut.

"Yang darurat, ini sudah 95 persen, Insyaallah besok (Sabtu, 15/04) 100 persen. Yang darurat, di dua tempat itu. Yang satu berisi untuk sepuluh KK, yang satu sembilan keluarga. Mulai dari listrik, MCK, alat dapur, tempat masak, dan sebagainya sudah on, Insyaallah besok," kata Sumani kepada KBR, Jumat (14/04/17). 

Sumani melanjutkan, "kalau kami kontrak, karena sewa, itu enam bulan. Mudah-mudahan dengan waktu enam bulan bisa membuatkan rumah bagi mereka."

Sumani mengatakan, anggota BPBD, TNI AD, serta warga masih mempersiapkan rumah penampungan sementara agar segera bisa dihuni para korban. Lokasi rumah sementara itu berada di dua titik, yakni berjarak sekitar 500 meter dari bukit yang longsor, sedangkan satunya berjarak sekitar 750 meter. Kata Sumani, pembangunan rumah penampungan itu menggunakan APBD pos anggaran dana tak terduga.

Sumani berujar, saat ini lembaganya masih berusaha agar segera membangun rumah permanen untuk 34 keluarga korban longsor. Kata dia, pembangunan rumah itu masih menunggu persetujuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur soal anggarannya, karena terdapat dua pilihan, yakni Rp 84 juta dan Rp 162 juta per rumah.

Kata Sumani, lokasi pembangunan rumah itu rencananya juga tetap di di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Meski belum mendapat kejelasan soal pendanaannya, Sumani menargetkan rumah permanen itu rampung enam bulan lagi.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR untuk Tentukan Perppu Ormas

  • Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Sikapi Penolakan Gatot
  • Presiden Belum Izinkan Gatot ke AS
  • Penghargaan FIFA, Tahunnya Real Madrid