Ketua Komisi IV DPR: Pemerintah Tidak Akan Mengorbankan Pabrik Semen Begitu Saja

Edhy Prabowo yang berasal dari Partai Gerindra itu beralasan PT Semen Indonesia merupakan perusahaan milik negara atau BUMN, yang dibangun hingga menghabiskan dana triliunan rupiah.

Kamis, 13 Apr 2017 23:40 WIB

Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo di depan warga pro semen di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (13/4/2017). (Foto: Musyafa/KBR)


KBR, Rembang - Wakil Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo meyakini pemerintah tidak akan mengorbankan begitu saja pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang Jawa Tengah, meski pabrik itu menuai kontroversial di masyarakat.

Edhy Prabowo mengunjungi pabrik PT Semen Indonesia pada Kamis (13/4/2017). Kunjungan itu dilakukan selang sehari setelah Kantor Staf Presiden (KSP) mengumumkan penghentian sementara seluruh kegiatan penambangan di kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih Rembang, Jawa Tengah, berdasarkan hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) tahap pertama.

Dalam kunjungan itu, rombongan Edhy Prabowo disambut demonstrasi dari warga ring 1 sekitar pabrik semen yang mendukung pabrik beroperasi. Warga menuntut pabrik semen segera beroperasi.

Edhy Prabowo yang berasal dari Partai Gerindra itu beralasan PT Semen Indonesia merupakan perusahaan milik negara atau BUMN, yang dibangun hingga menghabiskan dana triliunan rupiah.

"Kita di DPR menyetujui pembangunan pabrik ini, karena ini BUMN," kata Edhy Prabowo saat menemui warga pendukung semen di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (13/4/2017).

Komisi IV DPR membidangi masalah pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan pangan.

Baca juga:


Edhy Prabowo meminta masyarakat pendukung PT Semen Indonesia bersabar, karena tidak mungkin pemerintah mengorbankan pabrik itu.

"Sekarang yang perlu dipikirkan, Bapak Ibu sekalian mungkin hari ini mendukung mati-matian. Tapi jaminan setelah ini, apa benar ada pembangunan berkelanjutan? Ini perlu dikaji, karena ini ibarat kontrak jangka panjang. Kami tidak mau, setelah lima tahun berjalan kemudian Bapak Ibu datang ke DPR lagi, memprotes dan mengajukan keluhan. Ini yang kami tidak mau," kata Edhy Prabowo.

Dalam rombongan kunjungan itu hadir pula Ketua Tim KLHS Pegunungan Kendeng, San Afri Awang. Kepada warga, San Afri mengatakan pemerintah harus berhati-hati terkait kegiatan penambangan di Rembang, khususnya di kawasan CAT Watuputih. Menurut San Afri, wilayah CAT Watuputih merupakan kawasan lindung geologi.

"Seluruh ahli geolog melakukan penelitian, tapi sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan adanya jaringan sungai di bawah tanah. Kenapa belum bisa, karena penelitiannya tidak sampai di situ. Kita tidak bisa melihat, karena itu harus dibor hingga kedalaman 120 meter," kata San Afri.

San Afri menambahkan pemerintah perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan boleh tidaknya kegiatan penambangan di CAT Watuputih. Apalagi, selain PT Semen Indonesia, akan ada empat pemain industri semen lainnya yang juga akan masuk rembang. San Afri tidak menyebutkan identitas empat pabrik semen itu.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Penembak Brimob di Timika Berjumlah 15 Orang

  • Ahli: PNPS Penodaan Agama Langgar HAM Warga Ahmadiyah
  • Jokowi Tunjuk Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Dialog Antaragama
  • Tak Dapat Bantuan KIS, Puluhan Pemulung Geruduk Gedung DPRD Sumut