Kajian Kendeng, ESDM Janji Libatkan Warga dan LSM

"Kita buka pintu seluas-luasnyanya masyarakat untuk menyampaikan masukan, data-data, informasi, yang terkait dengan penelitian."

Selasa, 18 Apr 2017 12:42 WIB

Ilustrasi: Aksi petani menolak semen di depan istana Kepresidenan. (Foto: KBR/Angga)


KBR, Jakarta- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin bakal melibatkan partisipasi masyarakat saat melakukan kajian komprehensif di cekungan air tanah Watuputih (CAT), Rembang, Jawa Tengah. Staf Ahli Menteri ESDM Hadi Mustofa Djuraid mengatakan, warga maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dipersilakan memberikan data-data tentang area Watuputih kepada Badan Geologi selama 1 bulan ke depan.

Hal ini disampaikan Hadi Mustofa usai rapat tertutup dengan Koalisi Masyarakat Kendeng Lestari. Dalam pertemuan itu, hadir Kepala Badan Geologi Ego Syahrial, Kepala Bidang Geologi Lingkungan Badan Geologi Andiani. Sementara dari Koalisi, diwakili oleh Joko Prianto dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMMPK) dan Merah Johansyah dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM).

"Setelah itu adalah waktu untuk verifikasi dan untuk kemudian melakukan berbagai aksi yang terkait dengan data-data yang disampaikan tersebut. Silakan, kita buka pintu seluas-luasnyanya masyarakat untuk menyampaikan masukan, data-data, informasi, yang terkait dengan penelitian komprehensif ini," kata Hadi di Kementerian ESDM, Selasa (18/4/2017).

Kepala Badan Geologi Ego Syahrial menyambut baik adanya keterlibatan masyarakat lokal dalam mendukung kajian komprehensif yang bakal dilakukan 6-12 bulan. Badan Geologi sudah menerjukan tim ke lapangan sejak Senin lalu.

"Tadi Joko Prianto dan kawan-kawan   juga menyampaikan, kami punya lo lokasi di a,b,c. Pertemuan kami yang kali ini kita bisa nyambung," kata Ego.

Koordinator JMPPK Joko Prianto menuntut komitmen pemerintah untuk melibatkan masyarakat lokal. Ia beralasan, masyarakat setempat sangat paham tentang seluk beluk area Watuputih. Joko meminta Badan Geologi menyimpulkan sesuai dengan fakta di lapangan.

"Tadi sedikit kaget ternyata baru Badan Geologi dapat data goa Wiyu 1 dan 2, padahal kami share juga di beberapa temen media, untuk publik," kata Joko.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kepolisian Siapkan 4 Ribu Personel Amankan Kunjungan Obama di Jakarta dan Bogor

  • Peningkatan Kendaraan Arus Balik Lebaran Terjadi di Tol Cileunyi
  • Penghapusan Sistem Kuota, Importir: Lihat Dulu Apa Komoditasnya
  • Militer Filipina Temukan 17 Jenazah yang Dimutilasi di Marawi

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?