Dugaan Pembagian Sembako, Panwas Segel Kantor PPP Jaksel

Panwaslu masih meminta keterangan dari pengurus partai PPP kubu Romahurmuziy, pelapor dan saksi-saksi lainnya. Panwaslu juga memeriksa empat warga yang sudah menerima sembako.

Rabu, 19 Apr 2017 19:54 WIB

Bungkusan sembako tersimpan di kantor DPC PPP Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (18/4/2017). Kantor ini kemudian disegel Panwas setempat. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Selatan menyegel Kantor DPC PPP Jakarta Selatan pasca ditemukannya sekitar dua ribu kantong plastik berisi sembako.

Ketua Panwaslu Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Andhi Zaini mengatakan kantor tersebut dinyatakan status quo sampai ada putusan atas dugaan politik uang dalam Pilkada DKI Jakarta.

"Ditemukan sembako sebanyak dua ribu kantong atas laporan masyarakat. Sekarang sedang diproses. Barangnya ada di sini, tidak boleh dikeluarkan dengan acara apapun," kata Andhi di Jagakarsa, Rabu (19/4/2017).

"Setelah ada putusan, barang baru bisa dikeluarkan setelah diserahkan kepada Pemerintah untuk selanjutnya dibagikan ke fakir miskin, katakanlah panti sosial. Tapi keputusannya belum ada," tambahnya.

Baca juga:


Andhi Zaini mengatakan, Panwaslu masih meminta keterangan dari pengurus partai PPP kubu Romahurmuziy, pelapor dan saksi-saksi lainnya. Panwaslu juga memeriksa empat warga yang sudah menerima sembako.

"Ini adalah kantor PPP yang istilahnya untuk pemenangan pasangan Ahok-Djarot. Kami masih dalami kasus ini," kata Adhi.

Saat KBR mendatangi lokasi kantor DPC PPP Jakarta Selatan, tidak ada pengurus yang bersedia ditemui.

Menurut Andhi, pasca penyegelan tidak ada aktivitas partai di sekitar Jagakarsa. Bahkan, kegiatan Isra Miraj yang direncanakan sebelum hari pencoblosan batal.

"Dugaannya, sembako tersebut akan dibagikan saat Isra Miraj, namun nggak jadi," kata Andhi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.