Densus 88 Temukan Panci Mencurigakan di Rumah Penyerang Polres Banyumas

Saat ini Densus 88 masih mendalami keterkaitan antara Muhammad Ibnu dengan ISIS serta motif penyerangan ke Polres Banyumas.

Selasa, 11 Apr 2017 22:11 WIB

Anggota Tim Penjinak Bom Polda Jawa Tengah memeriksa sepeda motor yang digunakan Ibnu ketika menyerang Polres Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (11/4/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Semarang - Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri menggeledah rumah Muhammad Ibnu, warga Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.

Ibnu merupakan pelaku penyerangan Polres Banyumas Jawa Tengah, Selasa (11/4/2017).

Juru bicara Polda Jawa Tengah, Djarot Padakova mengatakan dalam penggeledahan itu ditemukan sejumlah benda mencurigakan, termasuk panci yang sudah dirakit.

"Ada panci atau rice cooker dengan tempelan komponen listrik, ada kabel-kabelnya juga. Lalu ditemukan juga kain bergambar ISIS dan beberapa barang lain yang sudah kita amankan," kata Djarod kepada KBR, di Semarang, Selasa (11/4/2017).

Saat ini Densus 88 masih mendalami keterkaitan antara Muhammad Ibnu dengan ISIS serta motif penyerangan ke Polres Banyumas.

Sekitar pukul 10.00 WIB, pagi tadi, seorang pria bercadar menyerang markas Kepolisian Banyumas, Jawa Tengah. Pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Muhammad Ibnu itu menerobos gerbang Polres, dengan mengendarai sepeda motor dan langsung menabrak salah satu anggota Polri yang berada di lokasi.

Pelaku sempat meneriakkan takbir seusai menabrak anggota Polri dan berlari saat dihadang polisi lainnya. Pelaku kemudian ditangkap dan senjatanya disita anggota Polri lainnya yang tengah berjaga.

Juru bicara Polres Banyumas, Icuk Sukiyah mengatakan saat pria tersebut digeledah, polri menemukan pula senjata tajam jenis sangkur.  

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR untuk Tentukan Perppu Ormas

  • Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Sikapi Penolakan Gatot
  • Presiden Belum Izinkan Gatot ke AS
  • Penghargaan FIFA, Tahunnya Real Madrid