BNN Sergap Penyelundupan Sabu Senilai Puluhan Miliar dari Malaysia

"Yang bersangkutan ini adalah pelaku yang memesan dan mengambil, narkotika jenis sabu dari Malaysia.”

Selasa, 11 Apr 2017 08:27 WIB

Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari menunjukkan tersangka dan barang bukti sabu yang disita, Senin (10/04). (Foto: KBR/Edho S.)


KBR, Pontianak- Badan Narkotika Nasional (BNN) meringkus empat orang di Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (9/4/2017) Malam. Satu dari empat tersangka itu, ditembak  karena melawan petugas,. Dia meninggal dunia dalam perjalanan ke Pontianak.

Dari hasil penangkapan ini, BNN menyita 15 kilogram lebih narkoba jenis sabu.  Deputi Pemberantasan BNN   Arman Depari  mengatakan, barang bukti yang disita berupa satu buah tas ransel warna hitam yang   berisi  sabu sebanyak 15 paket dengan berat 15 kg. Kata Arman, sabu yang berasal dari Malaysia ini akan didistribusikan ke seluruh Kalbar dan Indonesia.

Sebelumnya sebuah mobil berwarna hitam berjenis minibus melaju dari PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Entikong, Sanggau Kalimantan Barat, kemudian dihentikan oleh petugas BNN dari Jakarta bersama BNNP Kalbar yang dibantu oleh Polres Sanggau. Dari penghentian itu, tersangka utama yakni Ipul, melarikan diri dan melawan petugas, sehingga tembakan pun dilancarkan untuk melumpuhkan tersangka.  

“Satu orang di antaranya berusaha melarikan diri,. Sehingga petugas Badan Narkotika Nasional beserta tim, melakukan tembakan yang terarah dan terukur untuk melumpuhkan yang bersangkutan. Ternyata setelah ditembak dan diberikan pertolongan, tersangka meninggal dunia pada perjalanan menuju Pontianak. Yang bersangkutan ini adalah pelaku yang memesan dan mengambil, narkotika jenis sabu dari Malaysia.” Ujar Deputi Pemberantasan BNN  Arman Depari, di markas BNN Propinsi Kalbar, Senin (10/04) sore. 

Arman Depari mengatakan, dari hasil penyelidikan, pada Senin (10/04)  telah menangkap 1 orang lagi berinisial H, jaringan internasional yang terkoneksi dengan Ipul, tersangka yang telah meninggal dunia. 

Arman Depari mengatakan, narkoba berasal dari Malaysia. Namun dia menyangsikan apakah  dibuat dari Malaysia atau bukan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.