Bea Cukai Sulawesi Tengah Musnahkan 4,6 Juta Batang Rokok Ilegal

Bersama 72 botol miras, total nilai barang ilegal yang dimusnahkan itu mencapai Rp 2,4 miliar.

Jumat, 21 Apr 2017 22:54 WIB

Pemusnahan jutaan barang rokok ilegal dan puluhan botol miras senilai Rp 2,4 miliar. Pemusnahan dilakukan Bea Cukai Pantaloan Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (21/4/2017). Foto: Aldi Thalara/KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Palu- Bea dan Cukai Sulawesi Tengah, Jumat (21/4/2017), memusnahkan 4,6 juta batang rokok dan 72 botol minuman keras ilegal di halaman kantor Bea dan Cukai Pantaloan Palu. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Sulawesi, Agus Amiwijaya mengatakan barang-barang ilegal ini merupakan hasil dari penindakan sejak Januari hingga Maret 2017. Dia memperkirakan nilai barang-barang yang dimusnahkan itu mencapai Rp 2,4 miliar dengan perkiraan kerugian negara yang berhasil dicegah mencapai Rp 1,3 miliar.

Klaim Agus, pihaknya berusaha untuk mencegah masuknya barang-barang ilegal tersebut ke wilayahnya. "Bea Cukai Sulawesi lebih berorientasi melakukan pengawasan terkait pada pelakunya itu di daerah pemasukan, yaitu di wilayah Sulawesi Selatan dan di wilayah pengembangannya seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara di Sulawesi Tengah kita melakukan pengawasan dan penindakan di wilayah pemasarannya seperti di toko-toko," jelasnya lagi.

Agus Amiwijaya menambahkan, banyaknya jumlah yang dimusnahkan ini sebagaian besar berasal dari Sulawesi Selatan dan Kalimantan karena berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Sementara itu Ketua Komisi XI DPR, Muhamad Prakosa, yang hadir dalam acara pemusnahan itu, meminta petugas terus berupaya menindak dengan tegas. "Ini tentu merupakan suatu pencapaian dari Bea Cukai Pantaloan yang telah memusnahakan barang-barang ilegal yang saat ini telah merusak perekonomian kita," ujarnya.

"Jadi kami, dari Komisi XI DPR RI dengan apresiasi dan mendukung secara penuh penegakan peratuaran ini, yang dilakukan secara terus-menerus yang nantinya akan meningkatkan pendapatan negara dari hal-hal yang legal," tutupnya.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.