Bappenas: Kajian Pemindahan Ibukota RI Rampung Agustus

Virgiyati mengatakan Bappenas akan mempercepat kajian awal rencana tersebut selama tiga bulan, dan diharapkan rampung pada Agustus 2017.

Jumat, 07 Apr 2017 18:20 WIB

Tugu Monas Jakarta. (Foto: jakarta-tourim.go.id)


KBR, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mempercepat penyusunan kajian wacana pemindahan ibukota Indonesia dari DKI Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Direktur Perkotaan Perumahan dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti menyatakan butuh kajian kajian menyeluruh dan komprehensif sehingga dibutuhkan waktu yang panjang untuk mewujudkan pemindahan ibukota negara ini.

Virgiyati mengatakan Bappenas akan mempercepat kajian awal rencana tersebut selama tiga bulan, dan diharapkan rampung pada Agustus 2017.

Meski demikian, kata Virgi, tak menutup kemungkinan ada daerah lain selain Palangkaraya yang menjadi pilihan calon ibukota negara.

"Kami tidak bisa pastikan bahwa Palangkaraya pasti jadi ibukota. Cuma kami akan kaji secara menyeluruh. Kita harapkan selesai dalam tiga bulan ini. Dari situ kita akan tahu apakah rencana ini bisa diterapkan atau tidak perlu diteruskan. Dari situ kita akan membuat perencanaan lanjutan," kata Virgiyanti kepada KBR via telepon, Kamis (6/4/2017) malam.

Baca juga:


Wacana pemindahan ibukota dari Jakarta itu, kata Dewi Virgiyanti, diharapkan tidak membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Ia mengatakan mestinya ada pihak swasta yang dilibatkan dalam rencana tersebut, karena pasti pemindahan ibukota membutuhkan biaya besar.

Wacana pemindahan ibukota negara dari DKI Jakarta ke daerah lain sudah disampaikan Presiden Joko Widodo kepada jajaran menteri.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Presiden Jokowi serius ingin memindahkan ibukota RI dari Jakarta. Jokowi, kata Bambang, menyebut Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah sebagai lokasi pilihan pertama dibanding daerah lainnya.

Pada September 2013, pada saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, Jokowi pernah meminta agar wacana pemindahan ibukota RI dari Jakarta dipercepat.

Wacana memindahkan ibukota RI dari Indonesia ke Palangkaraya, jauh hari sebelumnya pernah dilontarkan Presiden ke-1 RI Soekarno. Soekarno pernah meresmikan Palangkaraya sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Tengah pada 1957, dan ia juga menginginkan Palangkaraya menjadi ibukota negara.

Palangkaraya memiliki luas empat kali lipat dibandingkan DKI Jakarta. Kota ini dipilih karena minim potensi gempa serta tak ada gunung berapi.

Penetapan DKI Jakarta sebagai ibukota diatur melalui Undang-undang Nomor 34/1999 dan diperbarui melalui Undang-undang Nomor 29/2007.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR