Risiko Sebarkan Paham, 8 Napi Terorisme Dipindah ke Nusakambangan

"Lapas Pasir Putih itu kan berdiri sendiri, High Risk berdiri sendiri."

Jumat, 16 Mar 2018 07:29 WIB

Penjara Pasir Putih Nusakambangan, Jateng. (Foto: KBR/M. Ridlo)

KBR, Cilacap– Sebanyak delapan narapidana terorisme dari Lapas Cipinang dan Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) High Risk Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis, (15/3/2018).  Dikonfirmasi, Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Sudjonggo membenarkan. Tetapi, Ia enggan mengonfirmasi nama-nama napi dan alasan pemindahan.

Sudjonggo beralasan saat ini Lapas Pasir Putih sudah menjadi Lapas High Risk Terorism. Sebab itu, yang paling tahu mengenai nama, alasan dan penempatan napi terorisme di Lapas Pasir Putih adalah petugas  Lapas Pasir Putih.
 
Ia juga menjelaskan, delapan napi tersebut tak dimasukkan ke Lapas Batu, seperti kebiasaan lapas-lapas Nusakambangan. Mereka langsung dibawa ke Lapas Pasir Putih. Sebab, Lapas Batu saat ini sudah berfungsi sebagai Lapas High Risk Narkoba.

“Saya menerima informasinya iya. Tetapi itu langsung ke Lapas Pasir Putih, dan mohon untuk keterangan informasinya, karena Lapas Pasir Putih itu kan berdiri sendiri, High Risk berdiri sendiri. Delapan orang siapa saja, apa saja, dari mana saja, monggo silakan langsung (ke Lapas Pasir Putih), karena Batu sudah menjadi High Risk Bandar Narkoba, jadi tidak disinggahkan dulu ke Lapas Batu,” kata Sudjonggo, Kamis (15/3/2018).
 
Informasi yang dihimpun KBR dari berbagai sumber, delapan Napi tersebut, tiga berasal dari Lapas Cipinang, lima lainnya dari Mako Brimob Kelapa Dua.
 
Tiga napi teroris dari Lapas Cipinang adalah, Ali Zaenal  Abidin, Awaluddin dan Erwin Madani. Sedangkan lima napi teroris dari Kelapa Dua adalah Wandi Supandi pidana 5 tahun, Saulihun bin Suryani pidana 7 tahun, Taufik Hidayat pid 6 tahun 8 bulan, Jumri pidana 10 th dan Juhanda alias Jo pidana seumur Hidup.
 
Hingga berita ini diturunkan, KBR belum berhasil mengonfirmasi kepada Kepala Lapas Pasir Putih Nusakambangan, M Susani dan Kepala Seksi Pembinaan Lapas Pasir Putih, Bahrun.
 
Sebelumnya Lapas Pasir Putih telah diresmikan sebagai Lapas High Risk Terorisme. Napi-napi teroris dari seluruh Indonesia yang berkategori risiko tinggi ditempatkan di lapas ini. Kategori risiko tinggi tersebut antara lain berpotensi menyebarkan paham radikal kepada napi lainnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

Alasan Panitia MocoSik Festival 2018 Larang Penjualan Buku Komunis

  • Kembangkan Aplikasi Street View, Google Diminta Jaga Hak Privasi Warga
  • Kembangkan Google Street View, Warga yang Keberatan Bisa Mengadu
  • DPRD Banyumas Bakal Panggil Pelbagai Pihak terkait Kasus Pemukulan Guru ke Siswa

Diabetes kerap menjadi masalah yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit yang satu ini berkaitan erat dengan pola gaya hidup sehat, mulai dari makanan hingga aktivitas fisik.