Prabowo Sebut Indonesia Bubar pada 2030, Ini Tanggapan Jokowi

"Kritik itu penting untuk memperbaiki kebijakan yang ada. Tetapi kritik itu harus berbasis data, kritik itu tidak asbun, asal bunyi,"

Kamis, 22 Mar 2018 09:28 WIB

Video Pidato Prabowo Subianto diunggah di Facebook resmi Partai Gerindra.

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menanggapi santai pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia akan bubar pada 2030 karena terlalu banyak aset negara yang dikuasai asing. Menurut Jokowi, pemerintah harus selalu optimistis, lantaran itulah yang akan memberi harapan pada masyarakat.

Menurut Jokowi, optimisme tersebut harus tetap ada, meski Indonesia menghadapi situasi sulit.

"Kita memandang ke depan itu dengan rasa optimisme. Kita memandang ke depan itu juga memberikan sebuah harapan lebih baik kepada anak-anak muda kita, kepada rakyat kita. Sesulit apapun tantangan yang ada, sesulit apapun hambatan yang ada, harus ada rasa optimisme, rasa harapan ke depan lebih baik. Memang harus seperti itu," kata Jokowi usai membuka Rapimnas Partai Perindo di Jakarta Convention Center, Rabu (21/03/2018).

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meyebut Indonesia bakal bubar pada 2030, karena semua aset dikuasai asing. Menurut Prabowo, pemerintahan Jokowi terlalu santai menyikapi kekayaan negara yang diambil negara luar, sedangkan rakyat Indonesia tak mendapat apa-apa.

Video pidato Prabowo itu diunggap pada Senin (19/03) oleh Facebook resmi partai Gerinda. Tak ada keterangan di acara apa Prabowo menyampaikan pidato itu.

Menanggapi hal tersebut, istana kepresidenan langsung membantah dengan menyebut tuduhan Prabowo tak berdasarkan data. Istana mengklaim rakyat menikmati perbaikan ekonomi, seiring dengan membaiknya peringkat Indonesia dalam kemudahan berusaha. Selain itu, istana juga menyebut Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi menjanjikan, serta memenuhi semua parameter menuju negara lebih baik, bukan sebaliknya.

Selain kritik dari Prabowo, Jokowi juga menyinggung krtik-kritik lain yang muncul belakangan ini, misalnya dari politikus PAN Amien Rais. Menurut Jokowi, masyarakat harus bisa membedakan kritik dengan cemooh atau fitnah. Selain itu, Jokowi juga mengingatkan agar kritik tersebut juga berdasarkan data.

"Kritik itu penting untuk memperbaiki kebijakan yang ada. Tetapi kritik itu harus berbasis data, kritik itu tidak asbun, asal bunyi," kata Jokowi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.