Pemerintah Tambah 24 Daerah Penerima Bantuan Pangan Non-Tunai

"90 persen keluarga penerima manfaat menyatakan kepuasannya akan penerimaan bantuan pangan nontunai,"

Rabu, 21 Mar 2018 08:49 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pemerintah menambah 24 daerah baru, dari yang saat ini 44 daerah, yang mendistribusikan bantuan pangan nontunai (BPNT). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, penambahan tersebut menjadi bagian dari rencana pemerintah mengalihkan bantuan beras menjadi bantuan nontunai.

Meski tak merinci angkanya, kata Puan, penambahan daerah penerima BPNT itu bakal menambah jumlah keluarga penerima BPNT yang per Februari baru 1,2 juta.

"Semuanya sudah menyiapkan kajian kalau akan ada perluasan bantuan pangan nontunai. Dari hasil survei, Melinda Gates, 90 persen keluarga penerima manfaat menyatakan kepuasannya akan penerimaan bantuan pangan nontunai, dan juga berkaitan dengan PKH, dan lain-lain," kata Puan di kantornya, Selasa (20/03/2018).

Puan mengatakan, pemerintah menargetkan ada 10 juta keluarga penerima BPNT hingga akhir tahun 2018. Dari yang hingga Februari hanya 1,2 juta, Puan berkata, jumlahnya akan meningkat hingga 2,6 juta pada April 2018. Adapun realisasi distribusi bantuan hingga 19 Maret 2018, Bansos Raskin mencapai 97 persen, sedangkan bantuan pangan nontunai sebesar 86 persen.

Menurut Puan, penambahan kota penerima BPNT itu karena mereka dianggap siap mendistribusikan bantuan. Misalnya, di kabupaten/kota tersebut terdapat banyak e-warong yang mampu melayani peserta BPNT dengan rasio 1 e-warong untuk 250 penerima bantuan. Beberapa kota yang siap beralih dari Raskin ke BPNT tersebut misalnya Banda Aceh, Solok, Bengkulu, Metro, dan Tanjung Pinang.

Mulai Maret ini pemerintah juga mengurangi jenis bahan pangan yang bisa dibeli menggunakan kartu BPNT. Sebelumnya, pemegang kartu BPNT bisa membeli berbagai jenis bahan pangan pokok di e-warong yang ada di desanya. Namun, mulai Maret ini, kartu BPNT hanya bisa untuk membeli beras dan telur, tetapi tak bisa membeli bahan pangan lain seperti gula dan minyak goreng. Puan beralasan, beras cukup untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat keluarga, sedangkan telur dari sisi protein.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.