PDIP Tunjuk Pengisi Kursi Pimpinan, Ketua DPR Jelaskan Tugas Utut Usai Pelantikan

Sementara Utut Adianto yang kini menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu mengaku belum menerima penugasan khusus terkait jabatan barunya.

Senin, 19 Mar 2018 19:53 WIB

Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) bersama Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto Wahyuwidayat (kanan) menyampaikan keterangan kepada jurnalis terkait jabatan Wakil Ketua DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/3). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menunjuk Utut Adianto untuk mengisi jabatan Wakil Ketua DPR. Dalam surat yang ditandatangani Senin (19/3/2018) hari ini, Megawati juga memandatkan kursi Wakil Ketua MPR ke Ahmad Basarah.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menyatakan telah menerima surat resmi dari Megawati, Senin (19/3/2018).

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PDI Perjuangan yang segera mengirimkan kader terbaiknya yaitu Pak Utut (Utut Adianto) dan untuk MPR itu Pak Basarah (Ahmad Basarah)," ujar Bambang kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (19/3/2018).

Rencananya, lanjut Bambang, pelantikan Wakil Ketua DPR dari PDIP itu digelar Selasa (20/3/2018) pagi pada pukul 10.00 WIB. Kendati begitu, dia belum mau membeberkan bidang apa yang akan ditangani Utut. Sementara soal pelantikan Ahmad Basarah, menurutnya akan diatur oleh MPR.

Baca juga:

Dimintai tanggapan mengenai rencananya setelah menduduki kursi pimpinan parlemen, Utut Adianto yang kini menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu mengaku belum menerima penugasan khusus terkait jabatan barunya.

"Yang jelas bahwa 19 bulan ke depan kami selesaikan masa periode 2014-2019 dengan sebaik-baiknya," imbuh Utut di Gedung DPR, Senin (19/3/2018).

Ia juga belum mengetahui siapa yang akan menggantikan posisinya sebagai ketua fraksi PDIP. "Nanti kami infokan," katanya singkat.

Pada Januari 2018 lalu, pemerintah dan DPR sepakat menambah kursi pimpinan DPR dan MPR dalam revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3). Hasil revisi undang-undang tersebut memberikan satu kursi pada partai pemenang Pemilu 2014 yakni PDI Perjuangan.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.