Gatot Melamar ke Gerindra, Ketua DPP: Kami Belum Pastikan Capres atau Cawapres

"Jadi apakah (Gatot Nurmantyo) akan jadi Capres atau Cawapres, kami belum memastikan."

Kamis, 22 Mar 2018 14:40 WIB

Bekas Panglima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua dari kiri) berjalan bersama sejumlah tokoh masyarakat saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Alhamidy Banyuanyar, Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (14/3). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat DPP Partai Gerindra masih menimbang sejumlah kriteria untuk memasukkan bekas Panglima TNI Gatot Nurmantyo ke daftar bakal calon wakil presiden dalam Pemilihan Umum 2019. Yang saat ini pasti, kata Syafii, Gerindra masih bakal mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Sementara yang masih dibahas, adalah posisi bakal calon Wakil Presiden pendamping Prabowo di mana masih ada beberapa sosok.

"Politik ini sangat cair. Bisa Anies Baswedan, TGB (Tuan Guru Bajang atau Muhammad Zainul Majdi) dan bisa saya sendiri kan, tidak menutup kemungkinan. Bisa saja Fahri Hamzah atau Anies Mata," tutur Syafii di Komplek Parlemen RI, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Kendati, kata Syafii, kedatangan Gatot menyambangi Gerindra pada pekan lalu itu untuk melamar sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2019.

Baca juga:

"Pak Gatot kan datang, dalam tanda petik mendaftar lah untuk jadi calon Presiden," jelas Syafii.

Dia menambahkan, meski partainya memang belum membuka pendaftaran resmi untuk menjaring bakal calon presiden dan wakil presiden. Tapi saat menyampaikan niat itu, kata Syafii, Gatot menyatakan siap untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019.

"Jadi apakah akan jadi Capres atau Cawapres, kami belum memastikan," lanjut Syafii.




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Seberapa besar ketertarikan generasi milenial terhadap koperasi di Indonesia saat ini?