28 Warga Nunukan Ditangkap Aparat Malaysia

"Rencananya kami akan menghubungi LO (Liaison Officer) di sana, untuk membicarakan bagaimana jalan keluar agar warga ini bisa dilepas."

Selasa, 20 Mar 2018 22:20 WIB

Ilustrasi: Kapal polisi Malaysia berpatroli di daerah perbatasan RI di Tawau. (Foto: www.interpol.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Nunukan – Aparat Keamanan Laut Malaysia menangkap 28 warga Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia. Sesepuh Adat Tidung melaporkan kejadian itu ke anggota DPRD Nunukan, Muhammad Nasir pada Senin (19/3/2018) malam. Puluhan warga asal Desa Binusan itu tadinya hendak memenuhi undangan pertandingan persahabatan bola voli di Kota Kinabalu, Malaysia.

Menurut Nasir, penangkapan yang terjadi Kamis (15/3/2018) lalu itu lantaran warga memasuki wilayah Malaysia tanpa passport.

"Pas menuju ke sana kan lewat sungai, kemudian ditahan polisi airud. Sekarang ditahan di penampungan Tawau. Karena mendengar anak muda itu ditangkap, maka sebagai orang tua (sesepuh adat) maka menyusul ke sana," jelas Nasir ketika dihubungi, Selasa (20/3/2018).

"Namun sampai di sana tidak ada juga jalan, akhirnya telepon saya untuk minta bantuan pemerintah," tambahnya.

Nasir mengatakan bakal menghubungi penanggung jawab kegiatan di Malaysia untuk membahas upaya pembebasan. Ia juga berharap, konsulat Indonesia di Tawau ikut melobi pemerintah Malaysia agar melepaskan warga Nunukan tersebut. Mengingat, kata dia, kedatangan para pemuda itu untuk memenuhi undangan pertandingan persahabatan bola voli sesama Suku Tidung.

Baca juga:

"Rencananya kami akan menghubungi LO (Liaison Officer) di sana, untuk membicarakan bagaimana jalan keluar agar warga ini bisa dilepas. Kami berharap seluruh Warga Nunukan yang mendapat undangan, termasuk perumput laut mengikuti jalur resmilah."

Sebelumnya tim bola voli dari Kota Kinabalu sempat berkunjung ke Kabupaten Nunukan dalam rangka kunjungan sesama Suku Tidung. Lantas, tim bola voli dari Desa Binusan, Kabupaten Nunukan berangkat ke Kota Kinabalu sebagai kunjungan balasan. Namun belum sampai lokasi tujuan dan baru mencapai perairan Kota Tawau, rombongan ditangkap oleh aparat Marine Malaysia karena dianggap memasuki wilayah itu tanpa kelengkapan syarat dokumen.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.