Aktivitas pekerja melubangi jalan yang sudah mulus dilubangi untuk perbaikan saluran air di Solo, Jawa Tengah. (Foto: Yudha Satriawan/KBR)


KBR, Solo - Pemerintah Kota Solo Jawa Tengah mengeluhkan jalan cepat rusak karena tidak terjalinnya koordinasi antara perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah dengan perbaikan infrastruktur utilitas lain.

Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo mencontohkan perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah kota hanya bertahan beberapa bulan saja, karena setelah itu kerap terjadi perbaikan berbagai infrastruktur utilitas seperti saluran sanitasi, limbah, hingga jalur fiber optik perusahaan telekomunikasi.

Perbaikan utilitas itu kerap membuat jalan yang sudah bagus menjadi rusak kembali.

"Kalau mengerjakaan saluran sanitasi, kabel fiber, untuk kontraktor, kalau pekerjaan ini selesai tolong kembalikan dulu seperti semula kondisi jalan. Baru pindah ke lokasi lain. Jangan seperti sekarang ini, semua jalan dijajah, dilubangi, dan nggak segera dikembalikan ke kondisi semula. Ini bahaya, kalau ada kecelakaan, saya yang kena marah. Dikira saya tidak tanggungjawab. Akhirnya kita harus mengejar tanggung jawab proyek," kata Hadi Rudyatmo di Solo, Jumat (10/3/2017).

Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo mengatakan selama ini pengerjaan proyek perbaikan atau pemasangan saluran utilitas dikerjakan dengan sistem kontrak yang merugikan pemerintah, yaitu proyek selesai semua baru kemudian diaspal oleh kontraktor.

"Lihat sendiri, jalan sudah mulus, aspal bagus, dilubangi, digali lagi. Model kontraknya kan proyek selesai semua, baru pengaspalan. Lha jangan begitu. Besok usulan saya itu, pekerjaan setahap selesai, kembalikan lagi kondisi jalan semula. Tutup galian. Kemudian kerjakan di lokasi lain. Gali tutup, gali tutup. Ketika menutup galian di jalan itu, juga harus diperhatikan. Bekas galian harus dipadatkan dengan mesin, supaya kepadatan galian terukur," lanjut Hadi Rudyatmo.
 
Dari pantauan di berbagai wlayah di Solo, banyak titik jalan berlubang di bagian tengah bekas galian dan hanya ditutup atau ditambal dengan pasir atau batu seadanya.

Kondisi jalan seperti ini membahayakan para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor dan sepeda yang jatuh akibat pasir berceceran maupun tambalan yang tidak rata.

Perbaikan jalan dan drainase kota Solo tahun ini berlangsung sekitar 7 titik jalur di berbagai wilayah. Tahun 2016, Pemkot Solo menggelontorkan anggaran Rp9,5 milyar rupiah untuk perbaikan jalan di perkampungan dan Rp53 milyar rupiah untuk perbaikan jalan kota.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!