Simsalabim, Presiden Trump Kembali 'Dikutuk' Mantra-mantra Penyihir

Ini kali kedua para pengikut aliran ilmu gaib mencoba meneluh Trump dengan ilmu magis. Mereka berkumpul mengatasnamakan Penyihir Anti Fasisme dan Totalitarianisme.

Selasa, 28 Mar 2017 17:24 WIB

Ilustrasi. Para penggemar dan pengikut aliran ilmu sihir mengadakan acara di Washington, Amerika Serikat. (Foto: Ycco/Creative Commons/CC-BY-SA)

KBR - Kalangan penggemar dan pengikut berbagai aliran sihir di Amerika Serikat kembali berkumpul dan menyumpahi Presiden Amerika Serikat Donald J Trump dengan mantra-mantra sihir.

Mereka berkumpul di depan Trump Tower di New York pada Minggu (26/3/2017) malam, dan menggelar ritual-ritual memuja kekuataan supranatural disertai pembacaan mantra-mantra agar Donald Trump segera dilengserkan dari kursi kepresidenan.

Mantra-mantra dibacakan di depan foto Donald Trump yang dibakar. Kutukan diarahkan pada suguhan wortel busuk dengan tulisan nama Trump dan deretan kartu tarot bergambar menara yang menggambarkan Trump Tower.

Ritual lainnya juga dilakukan, termasuk mengutuk Trump dengan menggunakan kata-kata yang kerap dipakai Trump sendiri, yaitu, "Kamu dipecat!" Kata-kata "You're fired!" merupakan kata-kata khas Trump dalam acara televisi The Apprentice.

Penggunaan kata-kata yang kerap dipakai Trump dimaknai untuk mengarahkan kata-kata buruk itu agar kembali ke Trump.

Ini kali kedua para pengikut aliran ilmu gaib mencoba meneluh Trump dengan ilmu magis. Mereka berkumpul mengatasnamakan Penyihir Anti Fasisme dan Totalitarianisme. Aksi ritual pertama mereka lakukan pada 25 Februari lalu.

Kelompok ini mengklaim akan terus melakukan praktik tenung dan kutukan sampai Trump yang dianggap berlidah jahat selalu menebar kebencian itu terguling dari kursi presiden.

Melalui akun Facebook resmi mereka 'Bind Trump' atau 'Mengutuk Trump', kelompok ini akan terus melakukan ritual magis memanggil arwah-arwah untuk mengutuk Trump dan semua kroninya, setiap kali bulan sabit tua memudar.

"Aku menyeru atas namamu untuk mengutuk Donald J Trump hingga tindakan jahatnya gagal terwujud, hingga ia tidak lagi mengganggu setiap jiwa manusia, tumbuhan, hewan, batu, sungai atau laut," begitu bunyi salah satu mantra kutukan yang dipakai kelompok ini.

Beberapa waktu lalu, kelompok penyihir ini juga menggelar aksi kutukan dengan niat untuk menyelamatkan program kesehatan ObamaCare dari tangan Trump. Donald Trump memang sedang mengupayakan untuk menyingkirkan ObamaCare dengan membawanya ke DPR.

Entah kebetulan atau tidak, beberapa hari kemudian, pada Jumat 24 Maret lalu, Trump dan kekuatan partainya di DPR gagal membatalkan program ObamaCare. Bahkan partai pendukungnya, Republik memutuskan menarik usulan program pengganti.

Aksi guna-guna dari para pengikut aliran sihir ini mendapat penentangan dari para pemimpin kelompok keagamaan seperti tokoh-tokoh Kristen.

"Ini menunjukkan bahwa tingkat kebencian terhadap Donald Trump itu berasal dari kelompok pemuja setan," kata Jan Markell dari Pelayanan Olive Tree. "Donald Trump bukan manusia sempurna. Tapi dia mencoba menghentikan ketakutan terhadap iblis yang selama delapan tahun ini berada di Washington dan di Partai Demokrat," kata Jan sebagai pendukung Trump.

Pendeta Kristen lain, Mark Biltz bahkan mengutip Alkitab yang menyebut orang-orang yang mempraktikkan ritual gaib sebagai orang yang dibenci Tuhan. Ia juga menilai praktik-praktik pemujaan rahasia meningkat melalui penyebaran informasi oleh media-media anti-Kristen.

Tampilnya kelompok penggemar ilmu sihir itu menambah panjang barisan penentang Donald Trump. Saat ini tingkat popularitas Trump terus merosot. Tingkat keterpilihan Trump, menurut jajak pendapat Gallup, turun menjadi 36 persen, atau yang terendah sejak terpilih menjadi presiden pada tahun lalu. (FoxNews/WND.com/The Independent/Gallup) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.