Maskapai penerbangan Hevilift yang melayani penerbangan bersubsidi ke perbatasan Kecamatan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara. (Foto: Adhima/KBR)


KBR, Nunukan – Penerbangan bersubsidi ke wilayah perbatasan Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara kembali terhenti. Padahal penerbangan bersubsidi oleh maskapai Hevilift baru diresmikan minggu lalu.

Pejabat Pembuat Komitmen subsidi penerbangan ke Kecamatan Krayan, Andi Joni mengatakan macetnya penerbangan disebabkan terhambatnya pengiriman bahan bakar minyak (BBM) dari Surabaya. Andi mengatakan penerbangan terhenti bukan karena kerusakan pesawat.

"Masalah pengurusan BBM untuk ditempatkan di Nunukan, agar pesawat nanti tidak bolak-balik ke Tarakan untuk mengisi BBM, supaya pelayanan lebih efektif," kata Andi Joni, di Nunukan, Kamis (16/3/2017).

Baca juga:


Andi Joni mengatakan selama ini untuk pengsian BBM pesawat Hevilift harus mampir ke Tarakan. Hal ini dianggap tidak efisien, sehingga pihak maskapai penerbangan akan memindahkan persediaan BBM dari Tarakan ke Nunukan.

Andi Joni menambahkan, diperkirakan penerbangan ke Kecamatan Krayan akan macet selama seminggu untuk menyelesaikan pengiriman 200 drum BBM jenis Avtur tersebut.

"Dia beli dari Pertamina Surabaya, dikirim ke Tarakan langsung, dilanjut ke Nunukan. Mengapa dibeli di Surabaya, karena di Tarakan belum mampu menyediakan drum yang banyak itu," tambah Andi Joni.

Dengan pengisian BBM di Nunukan, Andi Joni mengatakan pelayanan penerbangan Hevilift ke Kecamatan Krayan akan lebih efisien karena pesawat akan menginap di Bandara Nunukan, bukan lagi di Tarakan.

Pada tahun ini pemerintah pusat menganggarkan Rp6,4 milyar rupiah untuk mensubsidi tarif penerbangan masyarakat ke wilayah perbatasan Kecamatan Krayan. Maskapai penerbangan Hevilift akan menjadwalkan penerbangan ke wilayah perbatasan sebanyak enam kali dalam seminggu. Jumah total penerbangan ke wilayah perbatasan Krayan yang harus dipenuhi masakapai penerbangan selama 2017 sebanyak 406 kali penerbangan.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!