RSUP NTB Siap Operasi Bayi Diduga Mengandung Janin

“Ini satu di antara 500 ribu kelahiran yang memang kasusnya sangat langka. Untuk itu kita perlu ekstra hati-hati dan teliti sekali untuk menangani"

Selasa, 21 Mar 2017 15:01 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Mataram- Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat akan segera mengoperasi Zikri Hakim,   bayi usia 10 bulan asal Lombok Timur (Lotim) yang mengalami fetus in fetu atau janin yang terjebak dalam saudara kembarnya.  Janin ini terus hidup sebagai parasit yang menyedot suplai darah kembarannya dan tumbuh membesar, bahkan mulai membahayakan inangnya.

Direktur RSUP NTB, dr. Hamzi Fikri Selasa  mengatakan, kasus ini pernah terjadi di Negara Cina dan India. Sekarang ini, rumah sakit sedang mempersiapkan praoperasi pengangkatan janin yang diperkirakan menempel di dalam perut pasien. Persiapan yang dilakukan, di antaranya adalah  memaksimalkan kondisi fisik pasien dan perbaikan gizi. Pasalnya, kondisi bayi tersebut sekarang ini mengalami gizi buruk. Hal itu karena benda asing yang ada di dalam tubuh bayi tersebut seperti parasit yang meminta makanan juga dari inangnya.

“Ini satu di antara 500 ribu kelahiran yang memang kasusnya sangat langka. Untuk itu kita perlu ekstra hati-hati dan teliti sekali untuk menangani kasus ini. Pasien nanti akan ditangani oleh 9 macam dokter, satu dokter spesialis juga akan lebih dari satu. Misalnya, ada empat orang dokter di situ yang akan membantu, ahli gizi, anestesi di semua  ada di situ," kata Direktur RSUP NTB, dr. Hamzi Fikri, Selasa (21/03)  .

Hamzi mengatakan, kondisi janin yang ada di dalam tubuh bayi tersebut sudah mati. Namun, pembuluh darahnya masih tetap hidup. Janin parasit ini tanpa otak dan kekurangan organ internal, dan tidak bisa bertahan hidup sendiri.  RSUP NTB  akan melakukan pelatihan operasi pengangkatan janin yang diperkirakan akan dilakukan minggu depan.

Pasien datang ke RSUP NTB pada 11 Maret lalu setelah sebelumnya dirujuk dari Rumah Sakit di Selong, Lombok Timur. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.