Polisi Tangkap 7 Terduga Pelaku Pembacokan Pelajar di Yogyakarta

Korban yang juga pelajar tewas dibacok

Selasa, 14 Mar 2017 19:21 WIB

Ilustrasi


KBR, Yogyakarta- Polisi menangkap 7 dari 9 terduga pelaku terkait kasus pembacokan yang menewaskan seorang pelajar di jl Kenari Umbulharjo Yogyakarta, Selasa pagi (14/03/2017). Kapolresta Yogyakarta Tommy Wibisono menyatakan pihaknya berkomitmen tetap memproses pelaku meski sebagian dari mereka berstatus pelajar dan berusia dibawah umur.

Menurut Tommy, para pelaku terancam hukuman penjara diatas 7 tahun. Turut disita barang bukti berupa sepeda motor dan sejumlah senjata tajam berupa celurit, pedang dan gir.

"Mereka diproses hukum karena ancaman hukumannya di atas tujuh tahun. Jadi kami berlakukan sesuai aturan hukum. Kita tahan, proses, tidak ada diversi, langsung kita proses. Selanjutnya kita tunggu vonis hakim," kata Tommy Wibisono di Polresta Kota Yogyakarta, Selasa (14/3/2017).

Polisi terus memburu dua pelaku lain sembari mendalami motif pembacokan. Kapolda DIY Ahmad Dofiri yang juga hadir dalam rilis penangkapan tujuh pelaku pembacokan mengatakan aksi kekerasan dipicu ungkapan provokatif dari kelompok korban.

"Dua kelompok berpapasan. Tidak terima karena diteriaki kemudian membacok. Senjata sudah disiapkan dari awal. Kapan digunakan, saat tersinggung baru digunakan. Pelaku dan korban tidak saling kenal," terang Kapolda.

Menurut Ahmad Dofiri, sebagian pelaku yang umumnya pelajar sekolah menengah memiliki latar belakang keluarga bermasalah. Dofiri menghimbau orang tua dan sekolah meningkatkan perhatian pada anak-anak. Selain melarang remaja keluyuran malam, orang tua juga diminta tidak mengizinkan anak mengendarai sepeda motor.

"Menjadi catatan kita. Pelaku masih remaja. Semua anak-anak yang rata-rata sekolah SMP. Hampir semuanya jauh dari pengawasan orang tua. Ada yang berpusat, ada yang tidak tinggal dengan orang tua," kata Dofiri.

Aksi pembacokan atau klithih kembali terjadi di Yogyakarta melibatkan remaja di bawah umur. Seorang pelajar SMP Piri 1 Yogyakarta, Ilham Bayu Fajar tewas setelah dibacok bagian dada di Jalan Kenari, berdekatan dengan Kantor Wali Kota Yogyakarta, Minggu dini hari (12/03/2017).  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!