Pemkot Solo Segera Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

TPA sampah Putri Cempo sudah beroperasi sejak 1986 dan hingga kini menampung sekitar 1,5 juta ton sampah. Karena itu proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah akan segera dimulai.

Rabu, 15 Mar 2017 16:01 WIB

Tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Putri Cempo Mojosongo Solo. (Foto: surakarta.go.id/Publik Domain)


KBR, Solo - Pemerintah Kota Solo Jawa Tengah akan segera mengeruk gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Putri Cempo, di Mojosongo, Solo.

Lokasi yang dikeruk sampah itu akan dijadikan lahan pendirian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo Hasta Gunawan mengatakan TPA sampah Putri Cempo sudah beroperasi sejak 1986 dan hingga kini menampung sekitar 1,5 juta ton sampah. Karena itu proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah akan segera dimulai.

Pembangunan PLTSa berfungsi ganda, untuk mengurangi timbunan sampah dan memproduksi listrik.

"Persiapan lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ini jelas butuh lahan. Ya kurang luas sedikit lagi. Karena semua daratan di lokasi ini sudah tertutup tumpukan sampah selama puluhan tahun," kata Hasta Gunawan, Rabu (15/3/2017).

Pada tahun lalu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18/2016 tentang percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah di tujuh kota sebagai percontohan. Kota-kota tersebut antara lain DKI Jakarta, Bandung, Tangerang, Semarang, Solo, Surabaya, dan Makassar.

Baca juga:


Hasta mengatakan untuk pembangunan PLTSa dibutuhkan lahan sekitar dua hektar.

"Ya memang lahannya sedikit, tapi kan volume sampah, ketebalan tumpukan sampah sudah terlalu banyak, tingginya saja enam sampai 10 meter. Ya nanti dikeruk sesuai lahan yang dibutuhkan," kata Hasta.

Saat ini lokasi TPA Putri Cempo di Mojosongo juga masih dipenuhi ratusan ekor sapi yang justru mengonsumsi sampah, di tengah banyak alat berat pengeruk sampah.

Selain itu, mobil pengangkut sampah juga terus hilir mudik membawa sampah dari seluruh wilayah Kota Solo. Jumlah sampah di Solo per hari mencapai 240-an ton.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!