Otopsi Bom Cicendo Kelar, Polisi Cari Keluarga Pelaku

"Prosedur internal Polri kita akan terus mencari dan menemukan atau setidaknya ada yang mewakili. Kalau tidak ada nanti akan kita makamkan,"

Rabu, 08 Mar 2017 15:47 WIB

Jenazah Yayat Cahdiyat pelaku teror di Cicendo Bandung, Jabar. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Kepolisian Indonesia telah mempunyai data postmortem pelaku peledakan bom di Cicendo Bandung, Yayat Cahdiyat, melalui otopsi. Namun juru bicara Polri, Martinus Sitompul mengatakan, hingga kini jenazah Yayat belum diambil   keluarga dari Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

"Hingga saat ini keluarganya belum ada yang datang. Tentu sebagaimana prosedur internal Polri kita akan terus mencari dan menemukan atau setidaknya ada yang mewakili. Kalau tidak ada nanti akan kita makamkan," kata Martinus di Mabes Polri, Rabu (08/03/17).

Sebelum jenazah diserahkan, kata Martinus, kepolisian masih membutuhkan sampel DNA keluarga Yayat untuk mengambil data antemortem. Ia mengatakan, polisi sudah berkomunikasi dengan keluarga, namun belum ada perwakilan keluarga yang mendatangi RS Polri Kramatjati.

"Kalau soal batas waktu tidak ditentukan secara tegas, kita berupaya secepatnya," ujarnya.

Sebelumnya, Yayat meledakan bom rakitan di lapangan Pandawa Bandung pada Senin pagi, 27 Februari 2017. Setelah itu, Ia melarikan diri ke Kantor Kelurahan Arjuna yang berada tepat di depan lapangan Pandawa.

Yayat dilumpuhkan Densus 88 Antiteror setelah gagal bernegosiasi untuk menyerahkan diri. Jenazah Yayat dibawa ke RS Polri Kramatjati setelah dinyatakan meninggal dalam perjalanan ke RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.