Operasi Pasar Tak Mempan Turunkan Harga Cabai di Solo

"Belum bisa (turun) seperti biasanya yang harganya Rp35 ribu rupiah per kg. Saat ini masih di kisaran Rp110 ribu hingga Rp120 ribu rupiah per kg," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagyo.

Rabu, 08 Mar 2017 15:30 WIB

Warga mengantre membeli cabai di pasar murah cabai di Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/2/2017). Cabai di pasar murah dijual dengan harga lebih murah dari harga pasar. (Foto: ANTARA)


KBR, Solo - Pemerintah Kota Solo Jawa Tengah beberapa kali menggelar operasi pasar untuk menurunkan harga cabai rawit. Meski begitu, harga cabai di pasar tradisional maupun pasar moder di Solo masih tinggi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagyo mengatakan harga cabai masih di atas Rp100 ribu per kilogram.

"Untuk cabai, harga cabai terutama cabai hijau, putih, maupun besar merah masih wajar harganya. Kalau cabai rawit merah, ini masih pada posisi harga tinggi. Belum bisa (turun) seperti biasanya yang harganya Rp35 ribu rupiah per kilogram. Saat ini masih di kisaran Rp110 ribu hingga Rp120 ribu rupiah per kilogram," kata Subagyo di Solo, Rabu (8/3/2017).

Baca juga:


Subagyo mengatakan kebutuhan cabai di Solo berkisar tujuh hingga delapan ton per kilogram. Dinas Perdagangan Kota Solo bersama sejumlah instansi lain dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan kegiatan pasar murah cabai di berbagai lokasi pasar tradisional di Solo.

Dalam operasi pasar, satu paket cabai di jual Rp75 ribu per kilogram. Dalam satu kegiatan pasar murah, pemerintah daerah menyediakan sekitar 700 kilogram cabai untuk menekan kenaikan harga cabai.

Dari pantauan, kondisi komoditas cabai di Solo masih relatif lancar. Para pedagang masih banyak yang menjual cabai di berbagai pasar tradisional di Solo.

Badan Reserse Kriminal Mabes Polri bersama Kementerian Pertanian tengah mengusut kasus dugaan kartel permainan harga cabai. Polri telah menetapkan tiga orang tersangka kasus ini, dan mengincar sejumlah orang pengepul cabai yang diduga bermain dalam kenaikan harga cabai. Sementara itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan bukti awal dugaan praktik perdagangan tidak sehat kartel cabai.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!