Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil. (Foto: setkab.go.id/Publik Domain)


KBR, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menargetkan bisa menyelesaikan penerbitan sertifikasi untuk lima juta bidang lahan milik masyarakat pada tahun ini.

Sofyan mengatakan proses sertifikasi lahan sempat tertunda karena kekurangan anggaran. Itu sebabnya sertifikat lahan yang dikeluarkan pemerintah baru mencapai dua juta sertifikat hingga tahun 2016.

"Target sesuai, tahun inikan targetnya 5 juta, ini sampai bulan kedua ini sudah hampir seluruh Indonesia proses pemetaannya sudah oke, hampir dua juta. Tapi kita kemarin kekurangan anggaran yang 3 juta lagi. Ini yang kita sertifikatkan," kata Sofyan Djalil di Istana Kepresidenan, Rabu (15/3/2017).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta KLHK dan BPN merealisasikan program redistribusi aset dan pemberian sertifikat gratis kepada masyarakat.

Presiden Joko Widodo mengatakan dengan pemberian legalisasi lahan berupa sertifikat akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Masyarakat bisa menggunakan sertifikat tersebut sebagai jaminan untuk mendapatkan permodalan dari perbankan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!