Menteri Agraria Targetkan Sertifikasi 5 Juta Bidang Lahan Selesai Tahun Ini

Proses sertifikasi lahan sempat tertunda karena kekurangan anggaran. Itu sebabnya sertifikat lahan yang dikeluarkan pemerintah baru mencapai dua juta sertifikat hingga tahun 2016.

Kamis, 16 Mar 2017 17:57 WIB

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil. (Foto: setkab.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

ARTIKEL TERKAIT


KBR, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menargetkan bisa menyelesaikan penerbitan sertifikasi untuk lima juta bidang lahan milik masyarakat pada tahun ini.

Sofyan mengatakan proses sertifikasi lahan sempat tertunda karena kekurangan anggaran. Itu sebabnya sertifikat lahan yang dikeluarkan pemerintah baru mencapai dua juta sertifikat hingga tahun 2016.

"Target sesuai, tahun inikan targetnya 5 juta, ini sampai bulan kedua ini sudah hampir seluruh Indonesia proses pemetaannya sudah oke, hampir dua juta. Tapi kita kemarin kekurangan anggaran yang 3 juta lagi. Ini yang kita sertifikatkan," kata Sofyan Djalil di Istana Kepresidenan, Rabu (15/3/2017).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta KLHK dan BPN merealisasikan program redistribusi aset dan pemberian sertifikat gratis kepada masyarakat.

Presiden Joko Widodo mengatakan dengan pemberian legalisasi lahan berupa sertifikat akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Masyarakat bisa menggunakan sertifikat tersebut sebagai jaminan untuk mendapatkan permodalan dari perbankan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi