Juru bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menelaah laporan mengenai dugaan penyimpangan anggaran yang menyangkut calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam kegiatan Frankfurt Book Fair tahun 2015.

Nama Anies dilaporkan oleh Andar Mangatas Situmorang, yang mengaku Direktur LSM Government Against Corruption and Discrimination (GACD) pada Kamis (9/3/2017).

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan KPK pasti menindaklanjuti semua laporan yang masuk terkait dugaan tindak pidana korupsi dari manapun. Hanya saja, kata Febri, KPK belum bisa memastikan soal kebenaran adanya tindak pidana korupsi hanya berdasarkan laporan.

"Memang ada pelaporan tersebut. Tentu semua pelaporan yang masuk akan kita telaah. Semua laporan yang masuk kita perlakukan sama, kita telaah dan kita liat apa ada indikasi tindak pidana korupsi atau tidak. Karena memang dari begitu banyak laporan yang diterima KPK tidak semua merupakan tindak pidana korupsi. Atau ada tindak pidana korupsi tapi bukan kewenangan KPK. Jadi proses telaah tentu kita lakukan. Sama seperti semua laporan yang masuk ke bagian pengaduan," kata Febri Diansyah di Kantor KPK, Jumat (10/3/2017).

Febri belum bisa membeberkan subtansi dari laporan masyarakat soal dugaan korupsi Bekas Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan tersebut. Ia beralasan hal itu masih tahap awal. Mengenai berapa lama KPK akan menelaah laporan tersebut, Febri menjawab tidak ada batasan waktu, karena kasus korupsi yang dilaporkan sifatnya sama dengan penerimaan laporan lain yang masuk ke KPK.

"Tentu kita butuh waktu untuk menelaah lebih lanjut. Sama ketika kita terima informasi dari masyarakat. KPK tidak menolak laporan dari manapun. (Butuh waktu berapa lama?) Tidak ada batasan waktu karena kasus korupsi dan kasus yang dilaporkan dan informasi variatif dan sifatnya sama dengan laporan lain. Tapi semua laporan yang masuk akan ditelaah," kata Febri.

Dalam laporan pengaduan yang disampaikan Andar Situmorang, pendanaan proyek Frankfurt Book Fair tahun 2015 senilai Rp146 miliar. Andar menduga Anies menyalahgunakan jabatan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada pameran kebudayaan Indonesia.

Selain itu, Andar juga menyinggung Anies yang merekrut budayawan Goenawan Mohamad sebagai ketua komite pelaksana dalam kegiatan tersebut. Andar menyebut Anies menyusupkan buku novel berlatar belakang peristiwa 1965 yang berjudul 'Amba' karya Laksmi Pamuntjak dan 'Pulang' karya Leila S Chudori dalam pameran kebudayaan dan buku itu.

Andar menyebut 'penyusupan' buku berlatarbelakang peristiwa 1965 itu bisa menimbulkan kekhawatiran bangkitnya lagi paham komunis di Indonesia.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!