Kerjasama RI-Arab Kelola Anambas-Morotai Dinilai Tak Untungkan Warga Lokal

Abdul Halim menyarankan agar perjanjian kerja sama itu diarahkan terhadap peningkatan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar di Saudi Arabia.

Kamis, 02 Mar 2017 10:45 WIB

Destinasi wisata Pulau Morotai. (Foto: wonderful.pulaumorotaikab.go.id)


KBR, Jakarta - Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan (Centre of Maritime Studies/CMS Humanity) Abdul Halim meminta pemerintah Indonesia mengevaluasi tawaran kepada negara Arab Saudi terkait pengelolaan dua pulau di Indonesia.

Dua pulau itu adalah Pulau Anambas (Kepulauan Riau) dan Pulau Morotai (Maluku Utara).

Abdul Halim menyarankan agar perjanjian kerja sama itu diarahkan terhadap peningkatan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar di Saudi Arabia, dibandingkan dengan kerjasama investasi yang meminggirkan kepentingan masyarakat lokal.

Halim mengatakan sejak pemerintah Indonesia mencanangkan pengembangan Pulau Anambas dan Pulau Morotai sebagai kawasan destinasi wisata pada 2016lalu, perkembangan sentra kelautan di dua pulau itu belum terlihat. Itu dibuktikan dengan penyerapan anggaran yang rendah di dua pulau itu.

Abdul Halim khawatir, jika MoU Indonesia dengan Arab Saudi mengenai kerjasama pengelolaan dua pulau itu dijalankan akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat pesisir di pulau itu.

"Bagi kami sebaiknya pengelolaan pulau-pulau kecil itu berbasis kepada kepentingan masyarakat pesisir di pulau-pulau tersebut. Bukan sebaliknya, malah yang didorong adalah pengelolaan berbasis investasi yang kemudian meminggirkan kepentingan masyarakat pesisir setempat. Baru-baru ini, Sultan Tidore juga sempat mengungkapkan kekhawatirannya terkait rencana investasi asing di Pulau Morotai, dalam hal ini investor dari Jepang," kata Abdul Halim kepada KBR, Rabu (2/3/2017).

Sebelumnya Sultan Tidore Husain Sjah berkirim surat terbuka ke Presiden Joko Widodo terkait undangan kepada Jepang untuk berinvestasi di Pulau Morotai. Sultan Tidore kecewa karena undangan berinvestasi kepada Jepang tidak melibatkan pemerintah Morotai maupun masyarakat setempat.

Dalam kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, Rabu (2/3/2017), Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi menyepakati nota kesepahaman terkait sektor keluatan dan perikanan. Salah satunya dengan mengajak Pemerintah Arab Saudi berinvestasi untuk mengelola pulau-pulau kecil di Indonesia.

Dua pulau yang dianggap memiliki potensi bisa dikelola investor adalah Pulau Anambas di Kepulauan Riau, dan Pulau Morotai di Maluku, lantaran memiliki nilai destinasi wisata.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR