Para koban keracunan massal dirawat di Puskesmas Serayu, Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (9/2/2017). (Foto: Kominfo Purbalingga/KBR)


KBR, Purbalingga – Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah memastikan penyebab keracunan massal pada 132 warga Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, awal bulan lalu disebabkan karena bakteri.

Berdasarkan pemeriksaan laboratorium, ratusan orang itu keracunan zat mengandung bakter di dalam sampel ayam bakar balado yang dikonsumsi para korban.

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikanto mengatakan sampel makanan itu positif mengandung bakteri jenis Salmonella enterica sv choleraesuis dan Salmonella spp. Sedangkan sampel usap anus dan feses korban hanya mengandung bakteri jenis Escherichia coli (E.coli) dalam kadar normal. Disimpulkan, kedua bakteri Salmonella tersebut yang menyebabkan warga keracunan.

Meski begitu, Hanung Wikanto belum bisa memastikan apakah infeksi bakteri tersebut terjadi sebelum ayam dimasak atau sesudah proses pengolahan. Ia mengatakan bisa jadi infeksi bakteri terjadi pada ayam saat masih hidup. Ketika dimasak, karena ayam hanya dibakar, maka bakteri tidak mati. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan kontaminasi bakteri Salmonella terjadi setelah ayam diolah.

Hanung menjelaskan, Dinas Kesehatan hanya berkepentingan untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut. Sedangkan pengusutan peristiwa ini dilakukan oleh kepolisian.

"Untuk sampel makanan itu positif bakteri Salmonella. Itu untuk sampel makanan. Kita juga mengirim sampel usap anus, usap rechtal, dan juga feses, ternyata itu positifnya bakteri E-coli. Kalau E-coli itu kan normal di kita kadarnya. Di tinja atau di rektum. Berarti itu, kalau melihat inkubasinya, mulai dari makan hingga terserang penyakit itu berarti Salmonella," kata Hanung Wikantono, Rabu (8/3/2017).

Baca: Puluhan Warga Keracunan Ayam Bakar, Purbalingga Berstatus KLB   

Dengan adanya temuan itu, Dinas Kesehatan kini menggiatkan sosialisasi higienitas makanan di seluruh Purbalingga, mulai dari tingkat Puskesmas, PKK dan Posdaya yang ada di tiap desa. Dia berharap kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.

Pada 9 Februari 2017, ada 132 warga Serayu Larangan mengalami keracunan ayam bakar balado. Ayam balado tersebut dijual keliling oleh pengusaha katering ibu KRT. Pemerintah Kabupaten Purbalingga menetapkan peristiwa ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kasat Reskrim Polres Purbalingga, Junaidi mengatakan polisi telah menyita delapan sampel makanan untuk diuji. Kepolisian juga telah meminta keterangan penyedia ayam bakar balado tersebut. Dia mengatakan kasus keracunan itu masih dalam penyelidikan.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!