Heboh, Pejabat Bondowoso Bikin 'Surat Sakti' Agar Anaknya Masuk Kedokteran Gigi UNEJ

Ida Susanti mendapat sorotan dari publik di daerah itu pasca beredarnya 'surat sakti' yang minta agar anaknya bisa masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Negeri Jember.

Senin, 13 Mar 2017 15:34 WIB

Surat sakti dari Sekretaris Bappeda Bondowoso. (Foto: */Friska Kalia/KBR)


KBR, Bondowoso – Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bondowoso, Ida Susanti mendapat sorotan dari publik di daerah itu pasca beredarnya 'surat sakti' yang minta agar anak Ida Susanti bisa masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Negeri Jember.

Foto surat itu beredar di kalangan wartawan dan masyarakat di Bondowoso. Surat itu ditandatangani Ida Susanti sebagai PNS Bondowoso, serta Bupati Bondowoso Amin Said Husni. Namun pada bagian kepala surat tidak terlihat surat ditujukan kepada siapa. Surat itu berisi permintaan agar anak Ida Susanti, berinisial SAR, dibantu untuk bisa menjadi mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Jember melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya (SBMPTBR).

Ida Susanti mengakui sebagai pembuat surat tersebut. Namun, kata Ida, surat tersebut baru permohonan saja. Ia juga mengaku lupa surat itu ditujukan kepada siapa.

Belakangan diketahui bahwa nama anaknya kini sudah terdaftar di Fakultas Kedokteran Gigi UNEJ semester dua.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bondowoso Wahyudi Triatmadji tidak mempersoalkan pembuatan 'surat sakti' tersebut dan menganggapnya lumrah. Wahyudi mengatakan bisa jadi surat permohonan itu merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. Apalagi, kata Wahyudi, Kabupaten Bondowoso memiliki kerjasama dengan Universitas Jember soal kuota mahasiswa. Namun Wahyudi tak menjelaskan secara gamblang kerjasama yang dimaksud.

"Itu surat tahun lalu (2016). Niatnya oleh yang bersangkutan akan dikirim ke teman yang ingin menjadi dosen disana. Cuma bisa jadi itu menjadi salah satu syarat, misalkan karena kan ada beberapa program yang memang Pemkab bekerjasama dengan UNEJ," kata Wahyudi.

Ketika ditanya apakah semua PNS boleh membuat surat permohonan serupa dan mendapat tandatangan Bupati, Wahyudi enggan menjawab. Ia hanya mengatakan tanda tangan merupakan kewenangan penuh dari Bupati.

Kepala Humas dan Protokoler Universitas Jember, Agung Purwanto mengaku belum tahu soal surat yang beredar. Namun memastikan tidak ada praktek 'kongkalikong' untuk meloloskan calon mahasiswa dengan surat sakti seperti itu di Universitas Jember.

"Kami akan periksa nama mahasiswa yang bersangkutan. Tapi yang perlu diketahui, seleksi mandiri di UNEJ selalu menjadikan skor sebagai poin utama. Jika skor tidak mencukupi mau ada surat permohonan atau tidak tetap tak bisa diterima," ujar Agung.

Agung mengatakan Fakultas Kedokteran Gigi UNEJ merupakan fakultas terbaik kedua di Indonesia. Karena itu ya yakin kecil kemungkinan ada praktek kolusi dan nepotisme dalam penerimaan mahasiswa baru.

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya (SBMPTBR) merupakan jalur seleksi mandiri hasil kerjasama sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di kawasan eks Karisidenan Besuki. Kawasan ini meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Lumajang.

SBMPTBR biasanya digelar secara serentak di beberapa Universitas di wilayah Tapal Kuda seperti Jember, Banyuwangi, Probolinggo dan Lumajang.



Editor: Agus Luqman  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!