Hari Ketiga, Peserta Aksi Dipasung Semen II Jadi 20 Orang

Gunretno mengatakan masih banyak warga Pegunungan Kendeng yang akan menyusul ke Jakarta untuk turut dalam aksi mengecor kaki dengan adukan semen.

Rabu, 15 Mar 2017 18:27 WIB

Sejumlah petani dari Pegunungan Kendeng Rembang Jawa Tengah bersiap memasung kakinya dengan semen dalam aksi Dipasung Semen jilid II di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/3/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Peserta aksi kaki dengan semen di depan Istana Merdeka pada Rabu (15/3/2017) bertambah menjadi 20 orang, dari yang sebelumnya 11 orang.

Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Gunretno mengatakan jumlah peserta pasung kaki masih akan terus bertambah, apabila Presiden Joko Widodo tak kunjung menemui mereka.

Gunretno mengatakan masih banyak warga Pegunungan Kendeng yang akan menyusul ke Jakarta untuk turut dalam aksi mengecor kaki dengan adukan semen.

"Ini masih (jalan), kapan selesainya kan kita belum tahu. Ini untuk mengetuk hati sedulur-sedulur. Mereka datang ke Jakarta dengan niatnya sendiri, dulur-dulur untuk terus menyuarakan kelestarikan Pegunungan Kendeng. Kayaknya akan terus bertambah. Tetapi, kayaknya suatu saat kami akan batasi. Untuk kelestarian lingkungan, mestinya ini menjadi kewajiban semua pihak," kata Gunretno di depan Istana Merdeka, Rabu (15/3/2017).

Baca juga:


Gunretno merupakan satu di antara 20 warga Pegunungan Kendeng yang ikut memasung kakinya dengan semen di kubus kayu. Gunretno mengakui tidak nyaman dengan kondisi kakinya yang dibungkus beton semen.

Meski begitu, dia menyatakan, semua peserta aksi sangat menikmati perjuangannya mempertahankan Pegunungan Kendeng.

Gunretno berkata, jika Jokowi tak kunjung menemui mereka, akan semakin banyak peserta aksi yang mengecor kaki.

Salah satu warga Kendeng yang baru bergabung menyemen kaki adalah Nurhadi asal Kudus. Dia dan delapan warga lain baru sampai di Jakarta. Pada Rabu (15/3/2017) sore, kakinya langsung dicor. Nurhadi mengatakan sore ini juga akan ada lagi warga Pegunungan Kendeng yang berangkat menuju Jakarta.

"Ini (aksi) sampai ada keputusan dari Presiden. (Kenapa ikut dicor?) Karena kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu kan, itu mengenai pertanian. Petani terancam. (Keingian pribadi?) Kesadaran pribadi, tanpa paksaan siapapun. Dulu ada (rencana pabrik semen) Gresik, cuma rakyat menang. Sekarang ini mau masuk lagi (pabrik semen) di Rembang," kata Nurhadi.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

500 Kamisan, Korban Terus Tagih Janji Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

  • Haris Azhar: Novel Cerita Ada Petinggi Polisi Terlibat Penyerangan
  • Terdakwa Penodaan Agama di Medan, Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
  • Perppu Akses Informasi Keuangan Disahkan Menjadi Undang-undang

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.