Fadli Zon: Redistribusi Jutaan Hektar Lahan ke Warga Jangan Sekadar Wacana

"Pasti kita dukung. Persoalan itu tadi jangan hanya di angka-angka dan wacana," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Selasa, 14 Mar 2017 23:19 WIB

Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (Foto: DPR.go.id/Publik Domain)


KBR, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendukung langkah Presiden Joko Widodo dalam program reforma agraria dan redistribusi aset lahan milik negara.

Fadli Zon mengatakan DPR akan mendukung kebijakan presiden Joko Widodo soal reforma agraria dan redistribusi aset. Namun dia meminta kebijakan itu menjadi langkah konkret dan tidak sekadar wacana.

"Kalau ini akan dilakukan kita akan dukung. Jangan hanya jadi wacana. Termasuk mau membagikan lahan 12,7 juta hektare yang ada di Kementerian Kehutanan dan sembilan juta hektare yang ada di BPN, berarti kan hampir sekitar 20 juta hektar tanah yang akan dibagikan kepada rakyat," kata Fadli Zon saat menghadiri acara pertemuan para pimpinan lembaga negara di Istana Kepresidenan, Selasa (14/3/2017).

Pertemuan itu dihadiri pimpinan DPR, MPR, DPD, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, BPK dan Komisi Yudisial. Pertemuan itu khusus membahas reforma agraria dan redistribusi aset milik negara kepada masyarakat.

Baca juga:


Fadli menambahkan, langkah-langkah reforma agraria harus cepat dilakukan karena banyaknya persoalan menyangkut agraria. Kata dia, dengan kebijakan ini akan mendongkrak ekonomi seperti halnya di Malaysia.

"Jangan hanya sekadar wacana saja, kalau benar bagaimana langkah-langkahnya. Kalau benar kita dukung, land distribution dan reforma agraria sangat penting. Pasti kita dukung. Persoalan itu tadi jangan hanya di angka-angka dan wacana," kata Fadli.

Dalam pertemuan dengan lembaga tinggi negara, Selasa (14/3/2017), Presiden Joko Widodo memaparkan rencana redistribusi aset dan reforma agraria. Jokowi mengatakan rencana itu akan ditindaklanjuti oleh lembaga seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan adan Pertanahan Nasional. Jokowi berharap masyarakat bisa turut mengawasi program redistribusi lahan dan reforma agraria tersebut.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!