Bocor, Perbaikan Pipa Pertamina di Cilacap Dijadwalkan Selesai Besok

"Kalau pengelasan tidak bisa hari ini, mungkin besok pagi sudah mulai mengelas. Kan selesai tuh, mengelas Cuma sebentar. Cuma nge-tik."

Kamis, 09 Mar 2017 12:01 WIB

Ratusan orang berebut bensin yang keluar dari pipa pertamina. (Foto: Sunarto/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Cilacap– Perbaikan pipa Pertamina yang bocor di Desa Tarisi Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ditargetkan selesai Jumat besok. 
Juru Bicara Marketing Pertamina IV Jawa Tengah, Muslim Dharmawan mengatakan tim teknisi Rabu kemarin sudah memasang pasak dan klem. Sementara, hari ini lubang galian sudah disedot (vacuum proof) sehingga bisa kering.
 
Hari ini, tim akan melakukan uji coba dengan mengalirkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Solar tersebut dialirkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Lomanis Cilacap mulai Kamis pagi ini dan diperkirakan tiba di lokasi  20 jam kemudian atau pada Jumat dinihari. Jarak antara TBBM Lomanis Cilacap ke lokasi sepanjang 64 kilometer.
 
Jika dipastikan aman, maka tim akan melakukan pengelasan. Setelah dilas, pipa dipress, kemudian akan diberi pelapis pengaman luar. Pemilihan jenis solar itu, ujar Muslim, juga terkait dengan pengelasan yang nanti akan dilakukan saat uji coba aliran BBM sudah dinyatakan aman. Solar, menurut Muslim, relatif lebih aman dibanding BBM jenis premium.
 
Jika semua lancar, Muslim yakin perbaikan pipa akan selesai Jumat besok dan lubang galian bisa diuruk. Pasalnya, seringkali perbaikan pipa terkendala hujan lebat.

“Karena kalau mau melakukan pengelasan memakai premium itu kan tidak berani, ada percikan api. Makanya pakai solar. Kalau pengelasan tidak bisa hari ini, mungkin besok pagi sudah mulai mengelas. Kan selesai tuh, mengelas Cuma sebentar. Cuma nge-tik. Coba dinaikkan press-nya, kalau sudah aman langsung coating,” jelas Muslim, Kamis (9/3/2017).
 
Lebih Lanjut Muslim Dharmawan menegaskan, suplai BBM jenis premium ke Jawa Barat (Bandung) tidak ada gangguan. Sebab, pipa yang bocor adalah pipa Cilacap-Bandung 1 (CB1) yang berukuran 10 inchi. Sementara di jalur yang sama ada pipa CB2 dengan kapasitas lebih besar yakni 16 inchi sehingga pengiriman BBM memakai pipa CB2. Selain itu, kata Muslim, kebutuhan BBM untuk Jawa Barat juga disuplai dari Marketing Operation Region   III Jakarta.
 
Muslim menjelaskan kebocoran diduga karena ada korosi lantaran pipa yang sudah tua. Pipa CB1 yang bocor, kata dia, dipasang lebih awal dibanding pipa CB2. Namun, ia mengaku tidak tahu persis berapa umur pipa tersebut.
 
Terkait dampak rembesan premium yang mengalir ke lahan pertanian warga, Muslim mengaku belum melakukan pendataan. Kata dia, jenis premium ini relatif aman. Sebab, premium akan menguap begitu terkena hangat sinar matahari. Namun begitu, Pertamina tetap akan melakukan pendataan lapangan dan menunggu laporan dampak kebocoran pipa ini dari pemerintah setempat.


  Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi