Berusia 43 Tahun, Perbaikan Pipa Bocor Pertamina di Cilacap Molor

"Setelah itu yakin dipastikan aman baru akan dilas. Karena memang agak susah ya. usianya itu, sudah sejak tahun 1974 itu."

Selasa, 14 Mar 2017 10:44 WIB

Perbaikan pipa bocor di Cilacap, Jateng. (Foto: KBR/M. Ridlo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Cilacap– Perbaikan pipa Pertamina yang bocor di kilometer 64 Desa Tarisi Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah hingga hari ini, Senin (14/3/2017) masih dilakukan. Itu berarti molor dari target semula yang dijadwalkan selesai Jumat pekan lalu (10/3/2017).
 
Juru Bicara Marketing Pertamina Jawa Tengah, Muslim Dharmawan mengatakan  korosi terjadi pada pipa berusia tua sehingga teknisi lapangan kesulitan melakukan penambalan. Dia menyebut, pipa bocor tersebut merupakan pemasangan tahun 1974 atau sudah berusia 43 tahun.
 
Muslim menjelaskan, sebelumnya pipa bocor tersebut diklem dan dipasang perekat. Akan tetapi, ternyata dalam tekanan tinggi masih terjadi rembesan. Dia menyebut dimensi lubang bocor sekitar 2 centimeter.
 
Tim Teknisi lantas memasang perekat ulang. Kata dia, jika tak terjadi lagi kebocoran atau rembesan lagi, hari ini akan dilas. Kemudian, setelah penambalan akan diisolasi khusus menggunakan pelapis baja anti karat.

“Pipa itu sekarang itu kan masih di-seal ya. Hanya diklem kemudian di-seal begitu kan. Tetapi beberapa hari lalu, sudah diklem tapi terjadi rembesan. kemudian di-seal lagi. Hari ini kelihatannya sudah aman sudah tidak ada rembesan lagi. Baru setelah itu yakin dipastikan aman baru akan dilas. Karena memang agak susah ya. usianya itu, sudah sejak tahun 1974 itu. Dengan pengelasan itu diperkirakan masih akan bertahan beberapa tahun ke depan,” jelas Muslim Dharmawan, Selasa (14/3/2017).
 
Lebih lanjut Muslim menjelaskan, setelah dilakukan pengelasan dan isolasi, tim teknisi belum akan menutup galian tanah. Beberapa hari ini masih akan dipantau dan dievaluasi apakah pipa sudah benar-benar aman dan tak terjadi rembesan. Baru setelah itu, akan kembali diuruk.
 
Dia mengemukakan, Pertamina belum berencana mengganti pipa Cilacap-Bandung (CB1) tersebut. Berdasar evaluasi tim inspeksi lapangan, pipa tersebut masih bisa digunakan hingga 5 sampai 6 tahun. Dia menyebut, kekuatan dan ketebalan pipa masih optimal.
 
Muslim menambahkan, ketebalan pipa CB 1 masih bagus. Namun, terjadi korosi yang berasal dari luar. Pasalnya, kontur tanah dan jenisnya berpengaruh terhadap tingkat korosi baja.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.