Sidang Perdana, Bupati Batu Bara Nonaktif Didakwa Terima Uang 8 M

"Uang tersebut diserahkan Maringan Situmorang, Mangapul Butarbutar alias Apul, Sucipto alias Abun, Parlindungan Hutagalung alias Parlin dan Syaiful Azhar sebagai syarat setelah memenangkan proyek

Senin, 05 Feb 2018 14:06 WIB

Bupati Batu Baru nonaktif, Orang Kaya Arya Zulkarnaen dan Helman Herdady menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (5/1) atas kasus dugaan suap sejumlah proyek. (Foto: KBR/Anugrah A.)

KBR, Medan- Bupati Batu Bara nonaktif, Orang Kaya Arya Zulkarnaen serta Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batu Bara, Helman Herdady menjalani sidang perdana atas kasus dugaan suap dengan agenda mendengarkan dakwaan di Pengadilan Tipikor Medan. Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ariawan Agustiartono mengatakan OK Arya Zulkarnaen menerima hadiah uang sebesar Rp 8 miliar lebih.

Kata dia, uang tersebut didapat  melalui Helman Herdady dan pemilik showroom bernama Sujendi Tarsono alias Ayen. Uang tersebut, untuk  mendapatkan sejumlah proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara tahun anggaran 2016-2017.

"Uang tersebut diserahkan Maringan Situmorang, Mangapul Butarbutar alias Apul, Sucipto alias Abun, Parlindungan Hutagalung alias Parlin dan Syaiful Azhar sebagai syarat setelah memenangkan proyek di Dinas PUPR Batubara," ungkap Ariawan.

Sementara, terdakwa Helman Herdadiā€Ž dalam dakwaan penuntut umum KPK di Pengadilan Tipikor Medan, memperoleh uang suap dari Syaiful Azhar sebesar Rp 80 juta. Uang tersebut, diberikan untuk mendapatkan atau memenangkan proyek pengerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Batubara.

Usai mendengarkan dakwaan, kedua terdakwa tidak mengajukan nota keberatan (eksepsi). 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.