Proyek Infrastruktur Makan Korban, Ombudsman akan Panggil Menteri PU

"Kami melihat bahwa memang ada hal yang perlu dicermati."

Rabu, 07 Feb 2018 08:29 WIB

Warga mengamati crane proyek pembangunan kontruksi 4 jalur yang roboh di Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta, Minggu (4/2). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Ombudsman Republik Indonesia bakal memanggil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono untuk mengonfirmasi  kecelakaan beberapa proyek yang tengah dikerjakan pemerintah. Anggota Ombudsman RI, Adrianus Meliala mengatakan, pemanggilan ini untuk mengetahui langsung  yang  terjadi di lapangan termasuk bagaimana proses perencanaan beberapa proyek tersebut.

Kata dia, tidak menutup kemungkinan nanti akan ditindaklanjuti dengan investigasi yang bakal dilakukan oleh Ombudsman.

"Kami melihat bahwa memang ada hal yang perlu dicermati. Kami akan mengundang beberapa pihak terkait, menteri PUPR, demikian pula para penanggung jawab proyek-proyek tersebut. Sehingga kami bisa paham, kecelakaan yang memang kecelakaan, dan ada kecelakaan yang bisa dihindari. Kami akan mengundang dulu. Kalau kemudian ada indikasi yang memang maladministrasi, akan kita teruskan," ujarnya kepada wartawan di Kantor Ombudsman RI, Jakarta.

Menurut dia, terkait masalah yang bisa berdampak dengan masyarakat banyak, Ombudsman memiliki kewenangan untuk berinisiatif tanpa harus adanya laporan.

Namun dia enggan terburu-buru menyimpulkan apakah terkait kecelakaan beberapa proyek tersebut benar-benar akibat kesalahan orang atau tidak sebelum mengundang pihak terkait.

Meski demikian dia mengaku prihatin dengan peristiwa-peristiwa tersebut yang rentan waktu kejadiannya cukup berdekatan.

"Kami akan mengundang dulu, memahaminya. Terus terang kami kan bukan ahli. Lalu kalau kami melihat ada indikasi dan potensi maladministrasi, dan ada perbuatan mal-nya, kami akan lakukan pemeriksaan. Bisa saja berakhir dengan rekomendasi, tapi itu kan masih jauh lah," ucapnya.

Sebelumnya, Ahad lalu, crane pengangkut beton Proyek Double Double Track di Matraman, Jakarta Timur Roboh.  Akibatnya empat pekerja tewas dan beberapa pekerja lainnya luka-luka.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.