PKPI dan PSI Tak Lolos Verifikasi Faktual di Banyuwangi

Meski demikian KPU Banyuwangi masih memberikan waktu perbaikan selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2018.

Jumat, 02 Feb 2018 20:42 WIB

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi)

KBR, Banyuwangi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi menyatakan dua partai politik tidak lolos verifikasi faktual untuk menjadi peserta Pemilu 2019.

Anggota KPUD Banyuwangi Edi Saiful Anwar mengatakan dua partai politik yang tidak lolos verifikasi faktual di Banyuwangi adalah PKPI dan PSI. Sedangkan 13 partai lainya dinyatakan lolos verifikasi faktual.

Edi mengatakan dua partai tersebut tidak lolos verifikasi karena syarat keanggotaan partai di Kabupaten Banyuwangi tidak memenuhi syarat yang sudah ditentukan dalam peraturan KPU. 

Meski demikian KPU Banyuwangi masih memberikan waktu perbaikan selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2018.

"Untuk parpol lama kecuali PKPI semuanya memenuhi syarat. Kalau PKPI harus melakukan perbaikan. Kalau untuk partai baru PSI saja. Cuma kalau PSI sudah tidak melakukan perbaikan dari proses pertama dulu, sama pengurusnya sudah dilepas," kata Edi Saiful Anwar di Banyuwangi, Jumat (2/2/2018).

Anggota KPUD Banyuwangi Edi Saiful Anwar berharap sisa waktu perbaikan yang diberikan KPU bisa digunakan sebaik-baiknya oleh dua partai itu, supaya bisa lolos verifikasi faktual partai politik.

Partai politik yang dinyatakan lolos verifikasi faktual di Kabupaten Banyuwangi antara lain Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golongan Karya.

Selain itu, partai yang lolos lainnya adalah Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Bulan Bintang (PBB), Perindo, Partai Berkarya dan Partai Garuda. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.